Pencarian

Gubernur Bengkulu Sebut Festival Tabut 2026 Dorong Ekonomi Masyarakat hingga Rp20 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 • 23:08:33 WIB
Gubernur Bengkulu Sebut Festival Tabut 2026 Dorong Ekonomi Masyarakat hingga Rp20 Miliar
Gubernur Bengkulu menilai Festival Tabut 2026 mampu menggerakkan perekonomian hingga Rp20 miliar.

BENGKULUFestival Tabut 2026 yang masuk dalam kalender nasional Kharisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata diproyeksikan menghasilkan perputaran ekonomi lebih dari Rp20 miliar. Angka itu bersumber dari aktivitas perdagangan, kuliner, perhotelan, transportasi, dan UMKM selama festival berlangsung.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bengkulu Murlin Hanizar melaporkan data sementara tersebut kepada Gubernur Helmi Hasan, Kamis. Ia menyebut dampak ekonomi berasal dari berbagai sektor yang tumbuh selama penyelenggaraan festival.

"Festival Tabut tahun ini berlangsung sukses dengan dukungan seluruh pihak. Selain prosesi budaya, berbagai perlombaan seni dan budaya juga menjadi daya tarik bagi masyarakat dan wisatawan yang berkunjung ke Bengkulu," ujar Murlin.

Gubernur: Tabut Kebanggaan Bengkulu yang Hidupkan UMKM

Gubernur Helmi Hasan menegaskan Festival Tabut bukan sekadar ritual tahunan. Ia menyebut perhelatan ini menjadi sarana memperkuat identitas daerah sekaligus ruang kreativitas masyarakat.

"Tabut adalah kebanggaan Bengkulu. Melalui festival ini kita menjaga warisan budaya leluhur sekaligus menggerakkan sektor pariwisata, UMKM, dan ekonomi masyarakat. Bengkulu harus terus dikenal melalui budaya yang kita miliki," kata Helmi Hasan.

Menurutnya, pelestarian budaya harus terus dilakukan agar warisan leluhur tetap terjaga dan dapat diwariskan kepada generasi mendatang. Festival Tabut dikemas dengan kegiatan meriah dan menghadirkan bazar UMKM, baik dari lokal Bengkulu maupun provinsi lain.

Fakta Singkat Festival Tabut 2026

  • Perputaran ekonomi diperkirakan mencapai lebih dari Rp20 miliar
  • Masuk dalam kalender nasional Kharisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata
  • Menggerakkan sektor perdagangan, kuliner, perhotelan, transportasi, dan UMKM

Dampak Ekonomi dari Sektor Wisata dan Perdagangan

Murlin Hanizar merinci bahwa angka perputaran ekonomi tersebut berasal dari berbagai aktivitas yang tumbuh selama festival. Sektor perdagangan dan kuliner menjadi penyumbang terbesar, diikuti oleh perhotelan dan transportasi yang meningkat signifikan selama kunjungan wisatawan.

"Selain prosesi budaya, berbagai perlombaan seni dan budaya juga menjadi daya tarik bagi masyarakat dan wisatawan yang berkunjung ke Bengkulu," ujar Murlin menambahkan.

Festival Tabut merupakan salah satu agenda budaya terbesar di Provinsi Bengkulu. Keberadaannya dinilai memiliki peran penting dalam mempromosikan Bengkulu di tingkat nasional sekaligus mengakselerasi perekonomian daerah.

Bagikan
Sumber: bengkulu.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks