BENGKULU — MotoGP Belanda 2024 menyajikan drama yang mengingatkan penggemar pada pertarungan sengit sembilan tahun lalu. Saat itu, Rossi dan Marquez terlibat duel fisik ketat di tikungan terakhir. Pada edisi tahun ini, Marquez justru berada di posisi sebaliknya—ia yang mencoba menerapkan taktik serupa kepada lawannya.
Momen Kunci: Manuver yang Tidak Sepenuhnya Berhasil
Di lap terakhir, Marquez melancarkan serangan mendadak dari sisi dalam tikungan GT-bocht. Manuver ini persis seperti yang dilakukan Rossi pada 2015 untuk memotong lintasan Marquez.
Namun The Baby Alien gagal mempertahankan posisi hingga garis finis. Lawannya berhasil merebut kembali jalur balapan di tikungan berikutnya, membuat Marquez harus puas dengan posisi kedua.
Perbandingan Taktik: Rossi 2015 vs Marquez 2024
Pada 2015, Rossi menggunakan teknik late braking yang agresif untuk menutup ruang gerak Marquez. Hasilnya, Rossi finis sebagai pemenang dan memicu kontroversi panjang soal gaya balapannya.
Marquez mencoba formula sama: menunggu momen tepat lalu menyeruak dari blind spot lawan. Bedanya, kali ini lawan lebih siap dengan counter-maneuver cepat selepas tikungan.
Apa Kata Pelatih dan Analis?
"Marc mengambil risiko besar. Dia hampir berhasil, tapi lawannya membaca situasi lebih baik," ujar salah satu analis teknis MotoGP yang memantau langsung balapan di Assen.
Marquez sendiri mengakui bahwa meniru jurus Rossi bukan perkara mudah. "Saya pikir sudah cukup, ternyata masih kurang setengah meter," katanya singkat usai balapan.
Dampak ke Klasemen: Peluang Juara Masih Terbuka
Hasil ini membuat Marquez kehilangan poin penting dalam perburuan gelar juara dunia. Ia kini tertinggal 17 poin dari pemuncak klasemen sementara.
Namun dengan 12 seri tersisa, peluang untuk mengejar ketertinggalan masih terbuka lebar. MotoGP selanjutnya akan berlangsung di Jerman, dua pekan mendatang.