Pencarian

Pemprov Bengkulu Percepat Listrik ke 30 Desa di 5 Kabupaten, 8 Lokasi Masih Terkendala Akses dan Hutan Konservasi

Selasa, 30 Juni 2026 • 22:34:31 WIB
Pemprov Bengkulu Percepat Listrik ke 30 Desa di 5 Kabupaten, 8 Lokasi Masih Terkendala Akses dan Hutan Konservasi
Rapat koordinasi percepatan listrik desa di Bengkulu digelar untuk mendukung program Lisdes 2026.

BENGKULU — Rapat koordinasi percepatan Lisdes 2026 digelar di Kantor Gubernur Bengkulu, Selasa (30/6). Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu Herwan Antoni memimpin langsung pertemuan yang dihadiri perwakilan Kementerian ESDM, PLN UP2K Bengkulu, pemerintah kabupaten, dan BKSDA.

Program ini menyasar desa-desa di Kabupaten Rejang Lebong, Kaur, Bengkulu Utara, Bengkulu Selatan, dan Lebong. Herwan menegaskan bahwa listrik bukan sekadar infrastruktur, melainkan kebutuhan dasar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, pendidikan, dan kesehatan di pedesaan.

25 Lokasi Siap Dikerja, 8 Masih Bermasalah

Kepala Dinas ESDM Provinsi Bengkulu Rico Yulyana mengungkapkan, dari total 30 lokasi yang direncanakan, 25 titik sudah berstatus clear and clean (CnC) dan siap dibangun. Sementara delapan lokasi lain masih menghadapi kendala teknis dan administratif.

"Hambatan terbesar ada pada akses menuju lokasi yang sulit dijangkau, tanaman milik warga yang berada di jalur jaringan, serta perizinan karena trase melewati kawasan hutan konservasi," jelas Rico dalam rapat tersebut.

Rasio Elektrifikasi Bengkulu Capai 99,52 Persen

Manager PLN UP2K Bengkulu Yanuar melaporkan, rasio desa berlistrik di Provinsi Bengkulu saat ini sudah mencapai 100 persen. Namun, rasio elektrifikasi per Desember 2025 baru tercatat 99,52 persen.

Artinya, masih ada sebagian rumah tangga yang belum menikmati aliran listrik secara optimal. Sebagian warga di wilayah terpencil masih mengandalkan sumber energi alternatif seperti lampu minyak atau genset pribadi.

Sinergi Lintas Sektor Jadi Kunci Percepatan

Herwan Antoni menekankan bahwa penyelesaian program Lisdes 2026 membutuhkan kerja sama semua pihak. Persoalan administrasi, pembebasan lahan, hingga kendala teknis di lapangan harus diurai bersama.

"Sinergi antara pemerintah, PLN, kementerian, pemerintah kabupaten, hingga masyarakat sangat diperlukan," ujarnya.

Rapat ini merupakan tindak lanjut pembahasan yang sebelumnya dilakukan bersama Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM pada 25 Mei 2026. Pembangunan Lisdes 2026 akan dilaksanakan dalam dua tahap, dengan target seluruh lokasi rampung sebelum akhir tahun.

Bagikan
Sumber: bengkuluekspress.disway.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks