BENGKULU — Sebanyak 45 sekolah di Kabupaten Bengkulu Selatan masuk daftar tunggu program revitalisasi dari pemerintah pusat. Rinciannya, 30 unit merupakan jenjang SD dan 15 unit lainnya SMP. Seluruh berkas usulan saat ini sudah berada di meja kementerian terkait dan tengah memasuki tahap pemeriksaan administrasi serta verifikasi faktual.
Prioritas Bangunan Rusak Kritis
Kepala Dinas Dikbud Kabupaten Bengkulu Selatan, Lusi Wijaya, mengatakan program revitalisasi ini akan diprioritaskan bagi sekolah-sekolah yang kondisi bangunannya masuk kategori rusak berat dan membutuhkan penanganan darurat. Proyek perbaikan tidak hanya menyasar ruang kelas utama, melainkan juga fasilitas penunjang vital yang menunjang kegiatan belajar mengajar (KBM).
“Kami sangat berharap seluruh proses administrasi dan verifikasi di tingkat pusat berjalan lancar tanpa hambatan berarti. Jika semua indikator persyaratan terpenuhi, maka pekerjaan konstruksi fisik revitalisasi ditargetkan dapat mulai berjalan pada bulan Agustus 2026 mendatang,” ujar Lusi, Rabu (1/7).
Merata di Berbagai Kecamatan
Daftar sekolah calon penerima manfaat dipastikan tersebar merata di sejumlah zonasi wilayah. Mulai dari Kecamatan Pino Raya hingga beberapa kecamatan penyangga lainnya yang memiliki rapor kebutuhan mendesak atas perbaikan fasilitas pendidikan.
Menurut Lusi, ketersediaan infrastruktur sekolah yang representatif dan aman menjadi pilar utama dalam mendongkrak mutu pendidikan daerah. Lingkungan belajar yang nyaman dinilai linier dengan peningkatan motivasi belajar siswa, sekaligus membantu para guru mengaplikasikan metode pembelajaran secara lebih optimal.
Pemkab Targetkan Eksekusi Tepat Waktu
Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan berharap surat persetujuan prinsip anggaran dari pusat segera terbit. Hal itu agar eksekusi di lapangan tidak molor dari target yang sudah ditetapkan.
“Pemkab Bengkulu Selatan terus memegang komitmen kuat untuk menaikkan kelas mutu pendidikan kita. Kami berharap program dari pusat ini segera terealisasi nyata di lapangan, sehingga semakin banyak anak-anak kita yang bisa menikmati fasilitas belajar yang representatif,” pungkas Lusi.