BENGKULU — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk kelompok sasaran 3B di Provinsi Bengkulu terus diperluas. Hingga akhir Juni 2026, sebanyak 40.913 penerima manfaat tercatat telah menerima bantuan ini.
Rinciannya, 3.426 ibu hamil, 8.217 ibu menyusui, dan 29.270 balita non-PAUD. Angka ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam memperkuat intervensi gizi bagi kelompok rentan.
Bukan Sekadar Makanan Gratis, Ada Edukasi Gizi
Ketua Tim Kerja IV Bidang Peran Serta Masyarakat (Permas) dan Lini Lapangan BKKBN Provinsi Bengkulu, Edi Sofyan, menegaskan program ini tidak hanya berfokus pada penyediaan makanan bergizi. MBG 3B juga menjadi strategi mencegah stunting sejak dini dan menghindari munculnya kasus stunting baru.
"Pemenuhan gizi bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita merupakan investasi jangka panjang dalam mencetak generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas," ujar Edi Sofyan kepada pewarta di Bengkulu, Kamis (2/7/2026).
Menurutnya, program ini harus diiringi edukasi kepada keluarga mengenai pola asuh, pola makan bergizi, sanitasi, dan perilaku hidup bersih dan sehat. Edukasi ini dilakukan oleh Penyuluh KB dan Tim Pendamping Keluarga (TPK).
Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting Jangkau Ribuan Keluarga
Selain MBG 3B, BKKBN Provinsi Bengkulu memperkuat intervensi melalui program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting). Program ini melibatkan pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat dalam memberikan dukungan kepada keluarga berisiko stunting.
Sepanjang Juni 2026, Program Genting telah mengintervensi 3.484 keluarga berisiko stunting di sejumlah kabupaten dan kota. Intervensi meliputi bantuan nutrisi kepada 188 keluarga serta edukasi bagi 3.298 keluarga.
Perusahaan Jadi Orang Tua Asuh di Pulau Enggano
Salah satu contoh kolaborasi terjadi di Kabupaten Bengkulu Utara. Pada Juni 2026, pemerintah daerah menggandeng PT Pelindo II Cabang Bengkulu sebagai orang tua asuh cegah stunting untuk membantu keluarga berisiko stunting di Pulau Enggano.
Kerja sama ini menjadi bagian dari upaya memperluas keterlibatan berbagai pihak dalam penanganan stunting di Bengkulu. Sinergi antara BKKBN, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, penyuluh KB, dan mitra pembangunan terus diperkuat agar bantuan tepat sasaran.