BENGKULU — Dua remaja asal Bengkulu itu akan bergabung dengan 74 kontingen Paskibraka lainnya dari 38 provinsi di Indonesia. Mereka akan menjalani karantina dan latihan intensif mulai 14 Juli hingga 22 Agustus 2026, yang dipersiapkan oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).
Puncak tugas mereka adalah mengibarkan Sang Merah Putih dalam upacara peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Merdeka.
Wagub Mian menerima Nadine dan Aryo di ruang kerjanya sebelum keberangkatan. Ia menyampaikan rasa bangga atas prestasi yang diraih kedua pelajar SMA Negeri 7 dan SMA Negeri 2 Kota Bengkulu tersebut.
"Atas nama Bapak Gubernur dan Pemerintah Provinsi Bengkulu, kami mengucapkan selamat dan memberikan apresiasi kepada putra-putri terbaik Bengkulu yang telah terpilih sebagai calon Paskibraka Nasional," ujar Mian dalam sambutannya.
Pesan Wagub: Jaga Nama Baik Bengkulu
Mian berharap keduanya dapat menjalani seluruh rangkaian kegiatan dengan baik. Ia menekankan pentingnya menjaga kesehatan, kedisiplinan, dan kemampuan terbaik selama masa karantina.
"Kami berharap anak-anak kami ini dapat menjalankan seluruh rangkaian kegiatan dengan baik, menjaga kesehatan, disiplin, dan menunjukkan kemampuan terbaiknya," kata Wagub menitipkan pesan.
Ia juga berpesan agar Nadine dan Aryo senantiasa menjaga marwah dan nama baik Provinsi Bengkulu. Selain itu, mereka diminta menyerap ilmu kepemimpinan sebanyak-banyaknya sebagai bekal pembentukan karakter di masa depan.
Tekad Bulat Dua Duta Bengkulu
Usai prosesi pamitan, Nadine dan Aryo menyatakan kesiapan fisik dan mental untuk menjalani latihan berat yang sudah dirancang BPIP. Mereka mengaku telah melakukan simulasi mandiri demi memberikan performa terbaik di Jakarta.
"Kami sudah siap berangkat dan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Kami akan berusaha memberikan kemampuan terbaik, menjaga nama baik Bengkulu, serta menjalankan setiap tugas dengan penuh tanggung jawab," ujar keduanya kompak.
Program Pembinaan Calon Pemimpin Masa Depan
Program pembinaan Paskibraka nasional ini dirancang sebagai laboratorium penggodokan calon pemimpin masa depan yang berjiwa ideologi Pancasila. Proses rekrutmen dilakukan melalui saringan ketat yang mengedepankan asas objektivitas dan transparansi total.
Hal ini selaras dengan amanat Peraturan Presiden Nomor 51 Tahun 2022 untuk mencetak fondasi pemuda unggul menyongsong visi Indonesia Emas. Nadine dan Aryo menjadi representasi Bengkulu dalam agenda nasional tersebut.