BENGKULU — Musyawarah Daerah (Musda) PARI Bengkulu tidak hanya menjadi ajang seremonial pergantian kepemimpinan. Di balik agenda pemilihan ketua baru, forum ini menjadi ruang bagi para radiografer untuk menyusun peta jalan menghadapi perubahan regulasi dan pesatnya teknologi di bidang diagnostik.
151 Radiografer Penuhi Kuorum, Anggaran Transparan
Ketua Panitia Musda PARI Bengkulu, Suryadi, menyatakan seluruh tahapan persiapan telah berjalan sejak April 2026. Mulai dari rapat koordinasi, penyusunan agenda, hingga pemenuhan kebutuhan logistik kegiatan.
"Panitia telah berupaya semaksimal mungkin agar Musda berjalan lancar, kondusif dan menghasilkan keputusan terbaik bagi organisasi," ujarnya saat menyampaikan laporan panitia.
Ia memastikan pengelolaan anggaran dilakukan secara terbuka. Sumber pembiayaan berasal dari iuran peserta, bantuan organisasi, dan dukungan sponsor. "Laporan keuangan telah kami serahkan kepada tim verifikasi dan dapat dipertanggungjawabkan secara terbuka," kata Suryadi.
Tantangan Regulasi dan Teknologi Menanti Pengurus Baru
Ketua Pengda PARI Provinsi Bengkulu periode 2022–2026, Ucu Arunsang, mengakui organisasi menghadapi dinamika berat, terutama perubahan regulasi yang mengatur profesi kesehatan. Ia menekankan kepengurusan baru harus mampu merumuskan program kerja yang lebih adaptif.
"Radiografer merupakan garda terdepan dalam pelayanan diagnostik dan radiologi intervensi. Karena itu profesionalisme dan peningkatan kompetensi harus terus menjadi prioritas seiring perkembangan teknologi yang semakin pesat," ujarnya.
Selain kompetensi, Ucu juga menyoroti pentingnya perlindungan dan kesejahteraan anggota, termasuk aspek keselamatan kerja yang melekat pada profesi radiografer. Ia mendorong sinergi dengan pemerintah, rumah sakit, dan organisasi profesi kesehatan lainnya.
"Organisasi tidak akan berkembang tanpa kolaborasi. Saya berharap PARI Bengkulu tetap solid dan kepengurusan yang baru mampu membawa organisasi menjadi lebih maju," katanya.
Apa Saja yang Dibahas dalam Musda?
Musda diawali dengan workshop yang diikuti para radiografer dari berbagai fasilitas pelayanan kesehatan di Provinsi Bengkulu. Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan sidang pleno dan agenda inti, yaitu pemilihan Ketua Pengurus Daerah PARI Bengkulu untuk periode 2026–2030.
Kepengurusan baru nantinya diharapkan tidak hanya fokus pada isu internal organisasi, tetapi juga mampu menjawab tantangan eksternal seperti percepatan digitalisasi layanan radiologi dan tuntutan peningkatan mutu pelayanan di rumah sakit.