BENGKULU — Institut Teknologi Bandung (ITB) kembali membuka kesempatan bagi akademisi untuk bergabung sebagai dosen tidak tetap (DTT) tahun 2026. Rekrutmen ini menawarkan total kuota sementara sebanyak 70 formasi yang tersebar di sembilan fakultas dan sekolah. Berdasarkan pengumuman di laman resmi ITB, pendaftaran akan ditutup pada 4 Agustus mendatang.
Formasi terbanyak dialokasikan untuk Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI) dengan kuota maksimal 10 orang. Sementara itu, Fakultas Teknologi Industri dan sejumlah fakultas lainnya masing-masing membuka lima hingga enam posisi.
Daftar Formasi Dosen Tidak Tetap ITB 2026
- Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB): 5 formasi — Lihat kualifikasi
- Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA): 6 formasi — Lihat kualifikasi
- Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD): 6 formasi — Lihat kualifikasi
- Fakultas Teknologi Industri (FTI): 5 formasi — Lihat kualifikasi
- Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD): 6 formasi — Lihat kualifikasi
- Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan (FTTM): 5 formasi — Lihat kualifikasi
- Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan (FTSL): 5 formasi — Lihat kualifikasi
- Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan (SAPPK): 4 formasi — Lihat kualifikasi
- Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM): 5 formasi — Lihat kualifikasi
Syarat Usia dan Dokumen Wajib
ITB menetapkan batas usia maksimal bagi pelamar. Untuk lulusan S3, usia maksimal 40 tahun pada 31 Desember 2026. Sementara untuk lulusan S2, batas usia lebih ketat, yakni 35 tahun pada tanggal yang sama.
Seluruh pelamar wajib memiliki sertifikat kemampuan bahasa Inggris dengan skor minimal ELPT ITB 77 atau TOEFL ITP 475 yang diselenggarakan ITB. Selain itu, sertifikat Tes Potensi Akademik (TPA) dari UUO PT Bappenas dengan skor minimal 475 dan masih berlaku saat pendaftaran juga menjadi syarat mutlak.
ITB juga mensyaratkan pelamar tidak sedang menjalani ikatan dinas di institusi negara atau swasta, tidak menjadi anggota/pengurus partai politik, dan tidak terlibat politik praktis. Pelamar yang dinyatakan lolos harus bersedia ditempatkan di multikampus ITB, meliputi Kampus Ganesha, Jatinangor, Cirebon, atau Jakarta.
Ketentuan Khusus untuk Pelamar S2 dan S3
Bagi pelamar jenjang S2, gelar magister dan sarjana harus berasal dari perguruan tinggi luar negeri bereputasi atau dalam negeri yang terakreditasi internasional, Unggul, atau A pada saat kelulusan. IPK minimal S1 adalah 3,00 dan S2 3,25 dari skala 4,00.
Untuk pelamar S3, gelar doktor harus relevan dengan kualifikasi formasi. Pelamar yang akan lulus S3 paling lambat 1 Mei 2027 tetap bisa mendaftar dengan melampirkan surat pernyataan sesuai format panitia. IPK minimal S1 3,00 dan S2 3,25 dari skala 4,00.
ITB mengutamakan pelamar yang memiliki pengalaman kerja di bidang relevan. Kualifikasi yang dicantumkan tidak terbatas pada daftar formasi, melainkan juga bidang lain yang terkait dengan program multidisiplin dan multikampus ITB.
Informasi lebih lanjut mengenai kualifikasi masing-masing formasi dapat diakses melalui tautan resmi yang disediakan ITB. Pastikan seluruh dokumen persyaratan telah lengkap sebelum batas akhir pendaftaran 4 Agustus mendatang.