REJANG LEBONG — Kolaborasi lintas sektor menjadi senjata utama BNN Provinsi Bengkulu dalam mewujudkan target Rejang Lebong Bersinar (Bersih dari Narkoba). Melalui forum SIGAP TALK 2026, institusi ini secara khusus menjadikan Kemenag sebagai mitra strategis untuk menjangkau lingkungan madrasah dan KUA.
Madrasah dan KUA Jadi Benteng Pertama Pencegahan Narkoba
Plt. Kepala BNN Provinsi Bengkulu Kombes Pol. Alexander S. Soeki menekankan bahwa materi yang disampaikan dalam kegiatan ini tidak boleh berhenti sebagai pengetahuan di atas kertas. Ia mendorong para guru dan penghulu KUA untuk mengimplementasikan langkah pencegahan di lingkungan masing-masing.
"Kami berharap seluruh peserta dapat memahami bahaya penyalahgunaan narkoba sekaligus mampu mengimplementasikan langkah-langkah pencegahannya di lingkungan masing-masing," ungkap Alexander dalam sambutannya.
Kemenag: Urusan Narkoba Bukan Hanya Tugas Polisi
Kepala Kantor Kemenag Rejang Lebong, Dr. H. Rahman Umar, menyambut baik inisiatif ini. Ia menilai jajaran KUA dan madrasah memiliki akses langsung ke masyarakat akar rumput, terutama dalam membangun kesadaran melalui pendekatan keagamaan dan pendidikan.
"Ini merupakan kerja kita bersama dalam memberantas narkoba di Rejang Lebong. Melalui KUA dan madrasah, sosialisasi dapat disampaikan secara luas kepada masyarakat maupun kepada para siswa," ujar Rahman.
Ia menambahkan bahwa pemberantasan narkoba bukan hanya tanggung jawab aparat penegak hukum, melainkan tugas seluruh elemen masyarakat. Pendekatan keagamaan dinilai efektif untuk menanamkan kesadaran sejak dini kepada generasi muda.
Dua Narasumber BNN Paparkan Strategi P4GN
Materi inti dalam SIGAP TALK 2026 disampaikan oleh Evi Susianti, Penyuluh Narkoba Ahli Muda BNN Provinsi Bengkulu, serta Sri Linggawati Nurmika, Kepala Bagian Umum BNN Provinsi Bengkulu. Keduanya memaparkan strategi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) yang bisa diterapkan di lingkungan keluarga dan sekolah.
Diskusi juga menyoroti peran tokoh agama dan guru dalam membangun ketahanan masyarakat terhadap ancaman narkoba. BNN berharap sinergi ini bisa menjadi model bagi daerah lain di Provinsi Bengkulu.
Target Akhir: Generasi Muda Sehat dan Produktif
Alexander menutup sesi dengan optimisme bahwa Rejang Lebong benar-benar bisa menjadi daerah yang bersih dari narkoba. Menurutnya, keberhasilan program ini akan diukur dari lahirnya generasi muda yang sehat, produktif, dan berdaya saing.
"Semoga ke depan Rejang Lebong benar-benar menjadi daerah yang bersih dari narkoba sehingga generasi muda dapat tumbuh menjadi generasi yang sehat, produktif, dan berdaya saing," tutupnya.