Pencarian

Kementan Genjot Produksi Padi Bengkulu Lewat Program LTT, Target 104.000 Hektare pada 2026

Rabu, 08 Juli 2026 • 23:02:01 WIB
Kementan Genjot Produksi Padi Bengkulu Lewat Program LTT, Target 104.000 Hektare pada 2026
Kementan fokus genjot produksi padi Bengkulu dengan target luas tanam 104.000 hektare pada 2026.

REJANG LEBONG — Pemerintah pusat menargetkan luas tanam padi di Provinsi Bengkulu mencapai 104.000 hektare pada tahun ini, naik drastis dari luas baku sawah (LBS) yang tercatat 43.000 hektare. Angka itu berarti setiap hektare lahan harus ditanami 2,5 hingga 3 kali dalam setahun.

Defisit 104.000 Hektare: Bisakah Tercapai?

Kepala Balai Besar Pengembangan Pengujian Mutu Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura Kementan sekaligus Pj Swasembada Pangan Provinsi Bengkulu, Andi Muhammad Idil Fitri, mengakui masih ada selisih antara target dan realisasi saat ini. "Kami terus upayakan dan petakan potensinya agar sampai dengan Desember 2026 nanti bisa terealisasi 99 hingga 100 persen," katanya usai memimpin rapat koordinasi program LTT se-Provinsi Bengkulu secara daring dari Rejang Lebong, Rabu.

Musim Kemarau Mengancam, Ini Langkah Mitigasi

Tantangan terbesar saat ini adalah musim kemarau yang diprediksi mencapai puncaknya pada September. Kementan bersama pemerintah daerah tengah memetakan titik-titik rawan kekeringan untuk menyiapkan langkah penanggulangan.

Dampak iklim juga memicu pergeseran Musim Tanam (MT) April-September dan Oktober-Maret. Para penyuluh didorong menggerakkan petani melakukan musim tanam ketiga di luar dua musim utama.

Stimulus Pusat: Pupuk, Benih, hingga Alsintan

Untuk mendukung program tersebut, pemerintah pusat mengucurkan stimulus berupa bantuan pupuk, benih, perbaikan sarana irigasi, hingga alat mesin pertanian (alsintan) secara masif ke daerah. Namun, di Rejang Lebong, kelangkaan pupuk bersubsidi sempat dikeluhkan petani.

Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Rejang Lebong, Suradi Ripai, meluruskan bahwa masalah utamanya bukan pada stok, melainkan pada proses pengangkutan. "Stok pupuk sebenarnya aman dan sudah tersedia di gudang lini provinsi di Bengkulu, namun ada kendala teknis pada rantai distribusi pengangkutan ke daerah," jelasnya. Para agen pupuk di Rejang Lebong disebut akan segera mengangkut dan mendistribusikannya ke petani.

Cetak Sawah Rakyat 587 Hektare Terkendala Irigasi

Salah satu fokus lokal yang dikoordinasikan dalam rakor adalah hambatan pengairan pada proyek Cetak Sawah Rakyat seluas 587 hektare di Desa Tanjung Gelang, Kecamatan Kota Padang. Asisten II Setda Kabupaten Rejang Lebong, Titin Verayensi, mengungkapkan bahwa lahan cetak sawah itu terkendala pengairan yang belum rampung.

"Tadi disepakati adanya kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Bengkulu dibantu Gubernur untuk mencarikan solusi teknis agar aliran air bisa sampai ke lahan tersebut," ujar Titin. Ia berharap hambatan ini segera teratasi agar produktivitas padi meningkat dan mampu memperbaiki struktur perekonomian petani di Rejang Lebong.

APBD Terbatas, Daerah Andalkan APBN

Suradi Ripai mengakui bahwa keterbatasan APBD dalam mendukung program LTT membuat daerah sangat bergantung pada alokasi bantuan APBN melalui Kementan. Rapat koordinasi ini diikuti seluruh kepala dinas dan penyuluh pertanian se-Bengkulu untuk mengevaluasi target tambah tanam, khususnya padi pada bulan Juli.

Bagikan
Sumber: bengkulu.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks