BENGKULU — Pemerintah Kota Bengkulu membawa pulang sejumlah penghargaan bergengsi dalam acara puncak peringatan Hari Keluarga Nasional ke-33 tingkat Provinsi Bengkulu yang digelar di Kantor Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu. Momentum tersebut sekaligus menjadi ajang penegasan komitmen daerah dalam percepatan penurunan angka tengkes atau stunting.
Dana Pribadi Rp108 Juta untuk Gizi 20 Anak
Dedy Wahyudi tidak hanya sekadar menerima piala penghargaan. Dalam kesempatan itu, ia secara resmi dikukuhkan sebagai Orang Tua Asuh bagi 20 anak dari keluarga berisiko stunting. Program ini menyasar pemenuhan gizi sehat selama periode kritis 1.000 Hari Pertama Kehidupan.
"Komitmen ini kami lakukan agar anak-anak mendapatkan asupan gizi yang baik sejak dini. Persoalan stunting harus ditangani bersama melalui langkah nyata, bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah," kata Dedy Wahyudi dalam sambutannya.
Penghargaan Jadi Motivasi Percepatan Penurunan Stunting
Menurut Dedy, deretan penghargaan yang diraih Pemkot Bengkulu merupakan bukti nyata hasil kerja keras dan kolaborasi seluruh pihak dalam membangun ketahanan keluarga yang berkualitas. Ia menekankan capaian ini harus menjadi motivasi bagi seluruh aparatur sipil negara untuk terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
"Penghargaan ini menjadi penyemangat bagi kita semua untuk terus bekerja dan berkolaborasi dalam membangun keluarga yang berkualitas serta mencetak generasi emas Kota Bengkulu," ujar Dedy.
Kolaborasi Lintas Sektor Kunci Tekan Stunting
Dedy optimistis angka stunting di Kota Bengkulu bisa ditekan hingga titik terendah. Syaratnya, kata dia, harus ada sinergi aktif dari seluruh elemen masyarakat — mulai dari jajaran pemerintah, tenaga kesehatan di puskesmas, pelaku dunia usaha, hingga kader penggerak di lingkungan masyarakat.
"Insya Allah, dengan kolaborasi yang baik, Kota Bengkulu akan terus maju dan berkembang, terutama dalam menciptakan masa depan yang lebih baik bagi anak-anak Kota Bengkulu," tutup Dedy Wahyudi.