BENGKULU TENGAH — Sebanyak puluhan kader muda dari Pengurus Cabang Tunas Indonesia Raya (TIDAR) se-Provinsi Bengkulu mengikuti Pelatihan Tunas 1 dan 2 yang berlangsung di Kabupaten Bengkulu Tengah. Kegiatan ini dirancang sebagai momentum strategis untuk memperkuat kaderisasi sekaligus mempersiapkan calon pemimpin daerah yang berkarakter dan berintegritas.
Filosofi Lima Cinta Jadi Fondasi Pembinaan Kader
Dalam arahannya, Sandhy Cahyadi memperkenalkan filosofi Lima Cinta TIDAR yang menjadi fondasi utama pembinaan kader. Nilai pertama adalah cinta diri, yakni kemampuan mensyukuri nikmat dan terus memperbaiki diri. Kedua, cinta sesama yang diwujudkan dengan menghargai orang lain. Ketiga, cinta belajar untuk terus meningkatkan kapasitas. Keempat, cinta kesantunan melalui sikap sopan dan peduli. Terakhir, cinta Indonesia sebagai wujud pengabdian kepada negara.
"Hari ini kita bukan sekadar mengikuti pelatihan. Hari ini kita sedang menyalakan api perjuangan. Organisasi tidak akan besar hanya karena jumlah anggotanya, tetapi karena kualitas kader yang dimiliki," ujar Sandhy di hadapan peserta.
Kader Diminta Jadi Jembatan antara Masyarakat dan Program Pemerintah
Sandhy mengingatkan para peserta agar setelah kembali ke daerah masing-masing tidak hanya memikirkan keuntungan pribadi dari organisasi. Menurutnya, setiap kader harus bertanya mengenai kontribusi yang bisa diberikan kepada masyarakat melalui TIDAR. Ia menekankan bahwa keberhasilan seorang kader diukur dari seberapa besar manfaat yang ditinggalkan, bukan dari tingginya jabatan yang pernah diduduki.
"Jangan bertanya apa yang akan saya dapatkan dari organisasi. Tetapi tanyakanlah apa yang bisa saya berikan kepada masyarakat melalui TIDAR," tegasnya.
Ia berharap seluruh kader mampu menjadi jembatan antara kebutuhan masyarakat dengan program pembangunan pemerintah sehingga organisasi benar-benar hadir memberikan solusi nyata di tengah warga.
Potensi Generasi Muda Bengkulu Tengah Capai 40 Persen
Ketua Bidang Organisasi, Keanggotaan, dan Kaderisasi (OKK) Pengurus Pusat TIDAR, Idhan Alvi Sahrin, menyoroti besarnya jumlah generasi muda di Kabupaten Bengkulu Tengah yang mencapai lebih dari 40 persen dari total penduduk. Menurutnya, kondisi ini merupakan peluang besar untuk mempersiapkan generasi penerus menuju Indonesia Emas.
"Melalui organisasi ini kita saling mengenal, saling belajar, bahkan bisa membangun peluang usaha bersama. Potensi daerah yang dimiliki kader bisa dikolaborasikan dengan daerah lain sehingga memberikan manfaat ekonomi," kata Idhan.
Bupati Bengkulu Tengah Resmi Buka Pelatihan
Ketua Dewan Pembina TIDAR Provinsi Bengkulu yang juga Bupati Bengkulu Tengah, Rachmat Riyanto, secara resmi membuka Pelatihan Tunas 1 dan 2 TIDAR se-Provinsi Bengkulu. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya memberikan ruang seluas-luasnya kepada generasi muda untuk mengembangkan potensi dan kepemimpinan. Sandhy optimistis TIDAR Bengkulu akan menjadi rumah besar bagi anak-anak muda yang memiliki semangat berpikir besar dan bekerja nyata menghadirkan perubahan positif di masyarakat.