Pencarian

PLN Dukung Proyek Sampah Jadi Listrik, 11 Lokasi Ditargetkan Olah 14.928 Ton per Hari

Sabtu, 11 Juli 2026 • 15:59:01 WIB
PLN Dukung Proyek Sampah Jadi Listrik, 11 Lokasi Ditargetkan Olah 14.928 Ton per Hari
PLN resmi menandatangani PJBL untuk proyek pengolahan sampah menjadi listrik di Bali.

JAKARTA — PT PLN (Persero) resmi meneken Perjanjian Jual Beli Listrik (PJBL) untuk proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Bali, Rabu (8/7). Langkah ini menjadi sinyal keseriusan pemerintah mempercepat transformasi pengelolaan sampah nasional yang selama bertahun-tahun mandek karena hambatan regulasi.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menyatakan pihaknya siap menyerap energi dari seluruh fasilitas PSEL ke dalam sistem kelistrikan nasional. "Melalui kolaborasi yang kuat, sampah tidak lagi dipandang sebagai beban, tetapi dapat diolah menjadi sumber energi yang memberi manfaat," ujarnya dalam keterangan di Jakarta, Sabtu.

Target Nasional: 11 Lokasi, 310,3 MW Listrik

Proyek PSEL tidak hanya berhenti di Bali. Pemerintah menargetkan pengembangan di 11 lokasi strategis dengan total kapasitas olah sampah mencapai 14.928 ton per hari. Dari jumlah tersebut, potensi pembangkitan listrik diperkirakan tembus 310,3 MW.

PLN bertindak sebagai offtaker atau pembeli listrik yang dihasilkan. Adapun perusahaan induk yang menaungi seluruh proyek adalah PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera), sementara pengelola di Bali dipercayakan kepada PT Weiming Nusantara Bali New Energy.

Deregulasi Jadi Kunci Percepatan Proyek

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengungkapkan bahwa proyek ini bisa berjalan setelah pemerintah menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 tentang Penanganan Sampah melalui Pengolahan Sampah menjadi Energi Terbarukan. Aturan ini menyederhanakan hambatan regulasi yang selama ini memperlambat penyelesaian persoalan sampah.

"Dengan aturan yang lebih jelas, kerja sama yang kuat, dan tata kelola yang baik, saya yakin pengelolaan sampah dapat kita percepat untuk memberi manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan," kata Zulkifli.

Danantara: Arahan Presiden Prabowo untuk Generasi Mendatang

Chief Executive Officer Danantara Indonesia Rosan Perkasa Roeslani menegaskan proyek ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto. "Masalah sampah adalah tantangan kita bersama yang harus diselesaikan secepat mungkin, sehingga tidak menjadi beban bagi generasi mendatang," ujarnya.

Rosan menambahkan pelaksanaan PSEL oleh Danantara Indonesia tidak hanya mengedepankan kecepatan, tapi juga standar tata kelola tertinggi. Teknologi yang digunakan pun sudah teruji di berbagai negara.

Bali Jadi Etalase, Pariwisata Jadi Alasan

Gubernur Bali I Wayan Koster menyambut baik pembangunan PSEL di wilayahnya. Menurutnya, proyek ini tidak hanya memperbaiki ekosistem lingkungan, tetapi juga meningkatkan citra pariwisata Bali di mata dunia. "Kalau ini selesai, bukan saja ekosistem lingkungan yang akan bagus, sehat untuk kehidupan masyarakat, tetapi citra pariwisata Bali akan meningkat," kata Koster.

Bagi Bali, pengelolaan sampah menjadi isu krusial karena berpengaruh langsung pada sektor pariwisata yang menjadi penggerak utama perekonomian daerah. Dengan PSEL, sampah yang semula menjadi masalah bisa berubah menjadi sumber energi terbarukan.

Bagikan
Sumber: bengkulu.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks