BENGKULU SELATAN — Sosialisasi digelar di tengah masa berlaku program pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ) di Provinsi Bengkulu. Penanggung Jawab Jasa Raharja (PJJR) Samsat Bengkulu Selatan, Dicky Linecer, bersama tim Samsat dan pemerintah kecamatan, langsung berdialog dengan warga yang hadir.
Dua Keringanan Sekaligus: PKB dan SWDKLLJ
Dalam sosialisasi itu, Dicky Linecer memaparkan rincian keringanan yang bisa dimanfaatkan wajib pajak. Ia menekankan bahwa program ini tidak hanya menghapus denda PKB, tetapi juga memberikan keringanan untuk pembayaran SWDKLLJ.
"Kami mengajak masyarakat untuk memanfaatkan program pemutihan ini sebaik mungkin. Selain memberikan keringanan sesuai ketentuan yang berlaku, program ini juga menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk kembali tertib dalam memenuhi kewajiban pembayaran pajak kendaraan dan SWDKLLJ," ujar Dicky dalam keterangannya.
Mengapa Sosialisasi Digelar di Kantor Camat?
Pemilihan Kantor Camat Kedurang sebagai lokasi sosialisasi bukan tanpa alasan. Menurut Dicky, banyak warga di wilayah tersebut yang masih belum mengetahui secara detail mekanisme dan syarat pemutihan. Dengan menjemput bola ke kantor kecamatan, petugas berharap informasi bisa langsung diterima oleh perangkat desa dan diteruskan ke warganya.
Selain memberikan edukasi, petugas juga membuka sesi tanya jawab. Masyarakat yang hadir bisa langsung bertanya soal persyaratan administrasi, nominal yang harus dibayar, serta masa berlaku program.
Target: Meningkatkan Kepatuhan Wajib Pajak
Program pemutihan ini merupakan salah satu strategi pemerintah daerah untuk mendorong warga yang menunggak pajak kendaraan agar kembali patuh. Dicky menambahkan, pembayaran PKB yang tepat waktu juga berkontribusi pada perlindungan dasar bagi korban kecelakaan lalu lintas melalui dana SWDKLLJ.
Jasa Raharja bersama Tim Pembina Samsat Bengkulu Selatan berkomitmen untuk terus menggelar sosialisasi serupa di kecamatan-kecamatan lain. Langkah ini diambil agar program pemutihan tidak hanya dirasakan oleh warga di kota, tetapi juga menjangkau masyarakat di pelosok.