BENGKULU TENGAH — Rata-rata pengeluaran penduduk Kabupaten Bengkulu Tengah pada 2025 tercatat Rp1.282.677 per kapita per bulan. Nilai itu turun Rp32.274 atau 2,45 persen dari tahun 2024 yang sebesar Rp1,31 juta.
Data tersebut bersumber dari Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) yang dirilis BPS. Penurunan ini menjadi sinyal perlambatan konsumsi rumah tangga di wilayah tersebut.
Belanja Makanan Masih Mendominasi
Dari total pengeluaran, sebanyak Rp713.812 atau 55,65 persen digunakan untuk membeli makanan. Sisanya, Rp568.864 atau 44,35 persen, dialokasikan untuk kebutuhan bukan makanan seperti perumahan, pendidikan, dan transportasi.
Porsi belanja makanan yang lebih besar dari kebutuhan non-makanan mengindikasikan tingkat kesejahteraan yang masih rendah. Dalam teori ekonomi, makin besar porsi pengeluaran untuk makanan, makin rendah daya beli terhadap barang sekunder dan tersier.
Peringkat ke-10 dari 10 Kabupaten/Kota
Dengan angka tersebut, Kabupaten Bengkulu Tengah menempati peringkat ke-10 atau terendah se-Provinsi Bengkulu. Secara nasional, daerah ini berada di posisi ke-357 dari 514 kabupaten/kota di Indonesia berdasarkan besaran pengeluaran per kapita.
Kondisi ini kontras dengan daerah tetangga seperti Kabupaten Bengkulu Selatan yang justru mencatat kenaikan pengeluaran menjadi Rp1,43 juta per bulan pada periode yang sama.
Dua Tahun Terakhir: Tren Menurun
Penurunan pada 2025 bukan kejutan. Sepanjang 2024, rata-rata pengeluaran warga Bengkulu Tengah masih berada di level Rp1,31 juta. Artinya, dalam dua tahun terakhir daya beli masyarakat di daerah itu terus terkikis.
BPS menggunakan data Susenas sebagai acuan utama untuk mengukur pola konsumsi dan kesejahteraan rumah tangga. Angka pengeluaran per kapita menjadi salah satu indikator penting dalam menentukan kebijakan pembangunan daerah. Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah diharapkan dapat merumuskan langkah strategis untuk mendorong peningkatan pendapatan dan daya beli masyarakat ke depan.