BENGKULU — Polda Bengkulu menegaskan pemberantasan geng motor tidak bisa dilakukan sendirian tanpa dukungan publik. Kapolda Bengkulu Irjen Pol. Yudhi Sulistianto Wahid meminta warga aktif menjaga lingkungan dan segera melapor jika menemukan aktivitas yang berpotensi mengganggu keamanan.
Imbauan itu disampaikan Kapolda saat menjadi narasumber dalam talk show di BETV yang turut dihadiri General Manager BETV, General Manager RBTV, General Manager Harian RB, General Manager Harian BE, serta Pemimpin Redaksi BETV.
Bukan Hanya Penindakan, Polisi Andalkan Patroli dan Edukasi Sekolah
Kapolda menjelaskan penanganan geng motor dan premanisme kini menjadi fokus utama Polda Bengkulu beserta jajaran. Pendekatan yang dilakukan bersifat komprehensif, tidak sekadar mengedepankan penindakan hukum di lapangan.
Langkah yang diambil mencakup patroli rutin, penegakan hukum, hingga pembinaan kepada generasi muda. Polisi juga menggencarkan edukasi di lingkungan sekolah untuk mencegah pelajar terlibat dalam aksi negatif.
"Penanganan aksi meresahkan ini tidak hanya mengandalkan penegakan hukum, tetapi juga membutuhkan peran aktif seluruh elemen masyarakat melalui edukasi dan kolaborasi yang baik," ujar Kapolda, Kamis (6/8).
Sinergi dengan Tokoh Masyarakat dan Pemerintah Daerah
Selain edukasi, penguatan sinergi dengan pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan tokoh agama dinilai penting. Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan mampu menciptakan efek jera sekaligus mencegah munculnya aksi-aksi yang meresahkan.
Kapolda menambahkan bahwa situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di Bengkulu merupakan tanggung jawab bersama. Pencegahan disebut sebagai kunci agar aksi geng motor tidak berkembang dan tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
"Pencegahan merupakan kunci agar aksi yang meresahkan ini tidak berkembang dan tidak menimbulkan korban maupun keresahan di tengah masyarakat dan kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan serta segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila menemukan aktivitas yang berpotensi mengganggu keamanan," tandasnya.