BENGKULU SELATAN — Pelatihan yang berlangsung di Kantor Kecamatan Kedurang ini memfokuskan materi pada tata kelola dan manajemen keuangan BUMDes. Aspek ini dinilai krusial karena menjadi tantangan utama bagi pengelola dalam mengembangkan unit usaha di desa.
Kepala BPPMD DTT Bengkulu, Aldi Nurkarim Adil, menyampaikan bahwa Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) berharap kegiatan serupa tidak berhenti di angkatan pertama. "Harapannya, pelatihan seperti ini tidak hanya angkatan pertama, tetapi dapat dilanjutkan dengan angkatan-angkatan berikutnya," ujarnya.
Pemkab Siapkan Skema Perluasan Peserta Pelatihan BUMDes
Sekretaris Daerah Bengkulu Selatan, Ir. Susmanto, menilai pelatihan ini tidak hanya menambah wawasan teknis, tetapi juga mengubah cara pandang pengelola dalam memajukan perekonomian desa. "Materi yang disampaikan memberikan pemahaman, pengetahuan dan rasa tanggung jawab untuk memajukan ekonomi melalui pengelolaan BUMDes," kata Susmanto.
Dengan jumlah 139 BUMDes yang tersebar di Bengkulu Selatan, pemerintah daerah masih memikirkan skema terbaik agar ilmu dari 19 peserta pelatihan perdana bisa menjangkau pengelola lainnya. "Artinya, kita harus menentukan skemanya. Apakah peserta yang sudah mengikuti pelatihan ini nantinya mentransfer pengetahuan kepada BUMDes lainnya atau menggunakan skema lain yang akan kita kembangkan," jelasnya.
Fraksi PAN Dorong Pengelolaan Keuangan Lebih Profesional
Anggota DPRD Bengkulu Selatan dari Fraksi PAN, Siptin Gunawan, mengapresiasi fasilitasi pelatihan ini. Ia menegaskan bahwa pengelolaan keuangan masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi sebagian besar BUMDes di daerah pemilihannya.
Menurut Siptin, pengetahuan yang diperoleh selama empat hari pelatihan diharapkan langsung diterapkan oleh peserta untuk mengembangkan potensi usaha di desa masing-masing. "Harapannya, kegiatan ini memberikan dampak positif bagi pengembangan BUMDes di desa masing-masing," ujarnya.
Potensi Usaha yang Bisa Dikembangkan: dari Ayam Petelur hingga Ikan Nila
Siptin menyebut sejumlah komoditas yang dinilai prospektif untuk digarap pengelola BUMDes di Kecamatan Kedurang. Beberapa di antaranya adalah ayam petelur, peternakan, budidaya ikan nila, hingga pengembangan BUMDes domba.
Pihaknya berharap dengan kapasitas pengelolaan keuangan yang lebih baik, unit-unit usaha tersebut bisa berjalan lebih tertata dan memberikan kontribusi nyata bagi pendapatan asli desa. Pelatihan lanjutan untuk BUMDes lain di 10 kecamatan lainnya di Bengkulu Selatan pun dinanti agar pemerataan kapasitas pengelola bisa segera terwujud.