BENGKULU TENGAH — Kabar ini menjadi angin segar bagi petani kopi di daerah itu yang selama ini mengeluhkan produktivitas kebun yang terus menurun. Usulan yang diajukan beberapa waktu lalu ke pemerintah pusat akhirnya mendapat persetujuan, dan kini tinggal menunggu realisasi di lapangan.
Helmi Yuliandri mengonfirmasi langsung kebenaran informasi tersebut. Menurut dia, alokasi tahap awal ini difokuskan untuk peremajaan tanaman kopi yang sudah tua dan tidak produktif lagi.
"Memang benar, beberapa waktu lalu kita mengusulkan program bantuan bibit kopi ke pemerintah pusat. Usulan tersebut dikabulkan dan kita mendapatkan alokasi yang bisa digunakan untuk lahan kebun seluas 500 hektare," kata Helmi di Bengkulu, Kamis.
Petani Diminta Segera Kirim Proposal
Distan Bengkulu Tengah kini membuka pintu selebar-lebarnya bagi kelompok tani maupun perorangan yang memenuhi syarat. Mereka diimbau segera menyerahkan proposal sebelum tenggat waktu yang ditentukan.
Setiap berkas yang masuk akan melalui tahapan identifikasi dan verifikasi ketat. Tim teknis juga sudah mulai turun ke lapangan untuk melakukan survei guna memastikan kesiapan lahan yang diusulkan benar-benar layak.
"Bagi petani yang ingin mengusulkan silakan sampaikan proposal ke kantor Distan Bengkulu Tengah nanti akan diproses. Kita berharap kuota yang tersedia saat ini bisa terpenuhi semua dan jangan sampai tersisa," ujar dia.
Mengincar Produktivitas yang Lebih Baik
Program ini tidak sekadar membagikan bibit gratis. Lebih dari itu, pemerintah ingin mengubah wajah perkebunan kopi di Bengkulu Tengah yang mulai kehilangan daya saing karena usia tanaman yang sudah tua.
Tanaman tua biasanya menghasilkan buah lebih sedikit dengan kualitas yang cenderung menurun. Dengan bantuan bibit unggul ini, produktivitas kebun diharapkan melonjak dan pada akhirnya meningkatkan pendapatan petani.
Helmi menjelaskan, bantuan tersebut secara spesifik diarahkan untuk mengganti tanaman yang sudah mengalami penurunan hasil panen. Peremajaan ini menjadi kunci agar sektor kopi di kabupaten itu kembali bergairah.
Hingga saat ini, sebagian proposal telah diterima dan masih terus bertambah. Distan berkomitmen memproses seluruh berkas secara transparan agar bantuan tepat sasaran.
Langkah ini sekaligus menjawab tantangan regenerasi petani dan kebutuhan pasar akan kopi berkualitas. Jika berjalan lancar, Bengkulu Tengah berpeluang besar menjadi salah satu sentra produksi kopi andalan di Provinsi Bengkulu pada beberapa tahun mendatang.