BENGKULU — Politisi Partai Golkar itu hadir di Aula Ahmad Dewi Syukur, Kantor Bupati Labura, didampingi Wakil Bupati H Samsul Tanjung, Sekretaris Daerah Hj Susi Asmarani, Ketua Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Labura H Idris Aritonang, serta Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Dedi Aksaris Arief.
Apresiasi Bukan Sekadar Simbolis
Pemberian sepeda kepada enam anak ini bukan seremonial belaka. Di tengah peringatan HAN yang mengusung semangat perlindungan anak, Novi Sitorus menegaskan bahwa apresiasi terhadap prestasi harus berjalan beriringan dengan pengawasan orang tua.
"Anak-anak adalah generasi penerus bangsa dan kita sebagai orang tua menjadi sosial kontrol bagi perkembangan anak-anak ke depannya," ujarnya dalam sambutan yang dikutip dari rilis yang diterima redaksi.
Ancaman Digitalisasi Menjadi Perhatian Utama
Di hadapan para undangan dan orang tua, anggota Komisi I DPR RI yang membidangi pertahanan, luar negeri, dan informasi ini menyoroti persoalan kontemporer yang dihadapi anak-anak. Ia secara spesifik menyebut risiko penggunaan gawai yang tidak terkontrol.
"Sebagai orang tua, kita harus mampu menjaga anak kita jangan sampai terjerumus kepada penggunaan digitalisasi yang negatif dan tindakan-tindakan negatif lainnya," kata Novi Sitorus.
Pernyataan ini relevan dengan data Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak yang kerap menyoroti meningkatnya kasus kekerasan seksual berbasis elektronik serta judi online yang menjangkau anak di bawah umur.
Peran Negara dan Keluarga dalam Perlindungan Anak
Kehadiran Novi Sitorus dalam peringatan HAN kali ini sekaligus menegaskan fungsi pengawasan legislatif terhadap implementasi Undang-Undang Perlindungan Anak di daerah. Komisi I DPR memang tidak secara langsung membidangi perlindungan anak, namun isu keamanan digital dan literasi informasi menjadi pintu masuk pembahasan di komisi tersebut.
KPAD Labura yang turut hadir dalam acara itu diharapkan menjadi garda terdepan dalam mengawal hak-hak anak di tingkat kabupaten. Kerja sama antara pemerintah daerah, lembaga perlindungan anak, dan wakil rakyat menjadi kunci untuk memastikan tumbuh kembang anak berjalan optimal tanpa meninggalkan aspek keamanan.
Motivasi Berprestasi untuk Generasi Penerus
Enam sepeda yang diserahkan merupakan simbol kecil dari harapan besar. Prestasi anak-anak di bidang akademik maupun non-akademik perlu terus dipupuk, dan negara hadir memberikan pengakuan di ruang publik.
Peringatan HAN 2026 di Labura menjadi pengingat bahwa persoalan anak bukan hanya tanggung jawab orang tua semata, melainkan juga negara dan seluruh elemen masyarakat. Momentum ini diharapkan melahirkan komitmen nyata, bukan sekadar rangkaian acara seremonial tahunan.