Pencarian

Taman Nasional Kerinci Seblat Ditutup Sementara, Menhut Sebut 9 TN Rawan Karhutla Kena Larangan Pendakian

Senin, 31 Agustus 2026 • 18:01:42 WIB
Taman Nasional Kerinci Seblat Ditutup Sementara, Menhut Sebut 9 TN Rawan Karhutla Kena Larangan Pendakian
TNKS resmi ditutup sementara bagi pendaki karena risiko kebakaran hutan dan lahan yang tinggi.

BENGKULU — Pendaki yang berencana menaklukkan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) harus menunda niatnya. Kawasan konservasi yang membentang di empat provinsi, termasuk Bengkulu, menjadi salah satu dari sembilan taman nasional yang resmi ditutup sementara oleh Kementerian Kehutanan akibat tingginya risiko kebakaran hutan dan lahan.

Kebijakan ini bukan tanpa alasan. Menhut Raja Juli Antoni menyebut, kebakaran di sejumlah taman nasional membuat proses pemadaman semakin rumit. Helikopter water bombing yang seharusnya difokuskan ke enam provinsi prioritas, justru harus dialihkan untuk menjinakkan api di kawasan konservasi yang terbakar.

Deretan Taman Nasional yang Ditutup dan Dibatasi

Penutupan total berlaku untuk pendakian Gunung Semeru di TN Bromo Tengger Semeru, TN Kerinci Seblat, TN Gunung Ciremai, TN Tambora, TN Manusela, TN Bukit Baka Bukit Raya, TN Gunung Gede Pangrango, TN Gunung Leuser, dan TN Lorentz di jalur Ilaga, Tsinga, Sugapa, serta Ugimba.

Sementara itu, empat kawasan lain tidak ditutup penuh, melainkan diberlakukan pembatasan ketat. Wisata pendakian di TN Gunung Rinjani, TN Gunung Merbabu, Suaka Margasatwa Dataran Tinggi Hyang (Argopuro), dan TN Gunung Halimun Salak masih dibuka terbatas dengan pengawasan ekstra dan pembatasan zonasi aman.

“Secara resmi akan ada surat edaran dari Dirjen KSDAE (Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem), tapi saya bisa umumkan sementara ada penutupan sementara terhadap 9 taman nasional,” kata Raja Juli dalam pernyataan yang diterima di Jakarta, Senin.

Pemicu Penutupan: Insiden 170 Pendaki Terjebak di Bromo

Keputusan ini merespons insiden kebakaran di kawasan Bromo Tengger dan Semeru yang sempat membuat 170-an pendaki terjebak. Menurut Raja Juli, kejadian itu menjadi pelajaran penting bahwa risiko keselamatan pendaki jauh lebih besar saat karhutla melanda kawasan pendakian.

“Ini sekali lagi maksudnya adalah bukan kita membatasi keinginan para pendaki untuk menaiki taman nasional kita, tapi karena risiko yang sangat tinggi seperti yang terjadi terakhir di Bromo Tengger dan Semeru yang akhirnya mengakibatkan ada 170-an pendaki yang terjebak,” ujarnya.

Fokus Pemadaman ke Enam Provinsi Prioritas

Penutupan ini juga menjadi strategi pemerintah untuk memusatkan armada pemadaman. Sejumlah helikopter water bombing yang selama ini diterjunkan ke taman nasional yang terbakar, kata Raja Juli, seharusnya bisa dimaksimalkan untuk penanganan karhutla di enam provinsi prioritas.

“Mengingat beberapa taman nasional kita juga terjadi kebakaran dan ini sangat menyulitkan kita untuk melakukan pemadaman, beberapa heli water bombing yang mestinya bisa dipergunakan, dimaksimumkan di enam provinsi prioritas, tapi karena ada kebakaran yang luar biasa di beberapa taman nasional akhirnya heli ini juga di-deploy ke taman-taman nasional tersebut,” jelas Raja Juli.

Imbauan ini penting bagi para calon pendaki dari Bengkulu dan sekitarnya. Sebelum berangkat, pastikan kembali status terkini kawasan tujuan karena penutupan bersifat situasional dan mengikuti perkembangan kondisi di lapangan.

Follow bengkulutime.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: bengkulu.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks