BENGKULU — Perum Bulog memastikan pasokan beras untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memakai produk komersial Beras Kita Premium, bukan beras bersubsidi SPHP. Kebijakan ini mengikuti arahan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan. Bulog belum merinci volume maupun jadwal penyalurannya ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyatakan beras premium bisa dipakai untuk memenuhi kebutuhan MBG. Pernyataan itu disampaikan seusai rapat koordinasi di Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Selasa.
"Beras premium itu bisa untuk dipakai untuk MBG juga," kata Rizal.
Bulog menegaskan beras yang disiapkan merupakan produk komersial, bukan beras dalam skema pelayanan publik atau public service obligation (PSO). Perusahaan juga tidak memakai produk berlabel beras fortifikasi untuk pasokan MBG.
Identitas Beras Kita Premium
Rizal menjelaskan, identitas produk mengikuti arahan dua menteri. "Kalau beras MBG sesuai arahan Pak Mentan maupun Pak Menko, tetap menggunakan beras premium. Packaging-nya seperti ini, jadi Beras Kita Premium," ujarnya.
Pemerintah pada awal September 2026 menyepakati penggunaan identitas Beras Kita untuk dua produk beras pemerintah. Beras Kita Medium menjadi nama baru beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), sementara Beras Kita Premium merupakan produk premium komersial Bulog.
Kemasan kedua produk dijadwalkan diluncurkan pada 20 Oktober 2026. Beras Kita Premium dipasarkan tanpa subsidi, berbeda dengan Beras Kita Medium yang dipakai dalam program stabilisasi pangan pemerintah.
Beda dengan Beras Fortifikasi
Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional Andi Amran Sulaiman pada 15 September 2026 menegaskan beras fortifikasi bukan pengganti beras premium. Beras fortifikasi merupakan pangan khusus untuk kelompok rentan: balita, ibu hamil, ibu menyusui, dan masyarakat miskin.
Badan Pangan Nasional tengah memperketat pengawasan beras fortifikasi. Temuan awal menunjukkan sejumlah produk mengklaim kandungan gizi yang tidak sesuai hasil pemeriksaan laboratorium.
Sebanyak 25 merek dari 11 pelaku usaha mendapat peringatan dan terpantau menghentikan produksi pada awal September.
Pasokan untuk Penerima Manfaat
Ketersediaan beras menjadi komponen penting dalam penyediaan makanan bergizi yang aman dan berkualitas. Program MBG menjangkau peserta didik dan kelompok penerima manfaat lain, sehingga kepastian kualitas serta keamanan pangan jadi aspek krusial.
Meski begitu, Bulog belum merinci volume beras premium yang akan dialokasikan untuk MBG, jadwal penyaluran, maupun mekanisme distribusi kepada SPPG. Belum ada keterangan resmi soal besaran alokasi bulanan atau target serapan hingga akhir tahun.
Penggunaan Beras Kita Premium untuk MBG sekaligus memperjelas identitas produk yang dipasok Bulog. Pemerintah berharap langkah ini mendukung pemenuhan kebutuhan bahan pangan dalam program nasional tersebut.
Bulog berada di posisi sentral sebagai penyangga pangan negara. Keputusan memakai produk komersial untuk MBG memisahkan jalur pasokan program sosial dari stok stabilisasi harga, sehingga fungsi masing-masing produk tidak tumpang tindih di lapangan.