BENGKULU — Katon Bagaskara mengunggah keluhannya melalui media sosial, meminta bantuan koneksi dari para pengikutnya. Dalam video dan keterangan tertulisnya, ia mengaku bingung karena status penerbangan tetap menunjukkan jadwal normal meski petugas di bandara menolak keberangkatannya.
"Halo guys, gue mau kasih tahu gue terdampar di Geneva Airport. Harusnya gue harus berangkat ke Abu Dhabi, transit di sana, baru ke Cengkareng," ujarnya, Senin (7/9).
Kronologi Penolakan di Bandara Jenewa
Katon menjelaskan, awalnya ia dijadwalkan terbang dari Jenewa menuju Abu Dhabi untuk transit, lalu melanjutkan perjalanan ke Jakarta. Namun, petugas Etihad Airways menolak boarding pass-nya dengan alasan visa.
"Tapi pihak Etihad tidak mengizinkan gue berangkat karena mungkin mereka ada keraguan kalau di Abu Dhabi gue jadi ngerepotin, enggak dapat visa transit," lanjutnya.
Ia menambahkan, kekhawatiran maskapai terkait kemungkinan penumpukan penumpang di Abu Dhabi akibat penutupan bandara Jakarta. Kondisi ini membuat Katon dan kru yang menemaninya berada dalam situasi sulit di bandara.
Upaya KBRI dan Kekhawatiran Tiket Hangus
Katon menyebut pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Jenewa dan KBRI di Abu Dhabi sudah dikontak untuk membantu penyelesaian masalah ini. Namun, hingga unggahan itu dibuat, Etihad disebut belum memberikan kejelasan.
"Nah, KBRI lagi dikontak-kontak. KBRI Geneva, maupun KBRI di Abu Dhabi. Semoga ada segera solusi karena Etihad sendiri masih tetap buang badan dan enggak kasih kabar. Kita suruh tunggu satu jam," kata Katon.
Pelantun "Cinta Sejati" itu juga mengungkapkan kekhawatirannya terhadap status tiket dan visa Swiss yang dimilikinya. "Tolong teman-teman yang ada koneksi di Etihad Indonesia, mohon bantuannyaa ya.. Ini bagaimana ya? tiketku hangus? Visa Swiss juga mesti di-extend kan perlu bukti supaya bisa dapat solusi," tulisnya.
Aktivitas Katon di Swiss Sebelum Kejadian
Pelantun "Cinta Sejati" itu diketahui berada di Swiss sejak akhir Agustus 2026. Kepergiannya kali ini bukan untuk liburan, melainkan untuk sebuah pertunjukan musik di Musikschule Konservatorium yang berlokasi di kawasan Kota Tua Bern pada 30 Agustus 2026.
Selama di Swiss, Katon sempat membagikan kegiatannya bertemu dengan rekan-rekan musisi di sejumlah kota. Sebelum terbang ke Eropa, ia bersama KLa Project baru saja tampil di Prambanan Jazz 2026 yang digelar pada awal Juli lalu.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Etihad Airways mengenai kasus yang menimpa Katon. CNNIndonesia.com telah menghubungi Katon dan mendapat izin untuk mengutip unggahan pribadinya sebagai sumber informasi.