Wakil Bupati Asahan Rianto Buka Gugus Tugas Reforma Agraria 2026, Targetkan Selesaikan Konflik Lahan hingga November

Penulis: Syahrul Karim  •  Kamis, 13 Agustus 2026 | 11:36:02 WIB
Wakil Bupati Asahan Rianto membuka Rapat Gugus Tugas Reforma Agraria 2026 di Aula Melati Kantor Bupati Asahan, Rabu (12/8/2026).

ASAHAN — Wakil Bupati Asahan Rianto membuka langsung Rapat Gugus Tugas Reforma Agraria Kabupaten Asahan Tahun 2026 di Aula Melati Kantor Bupati Asahan, Rabu (12/8/2026) pagi. Forum yang dihadiri jajaran Forkopimda, Kepala Kantor Pertanahan, dan kepala OPD ini berlangsung sekitar satu jam, dimulai pukul 08.00 WIB hingga 09.00 WIB.

Kegiatan ini menjadi ajang koordinasi lintas sektor untuk membahas penguasaan, pemilikan, penggunaan, serta pemanfaatan tanah secara lebih adil di wilayah Asahan.

Target Kerja Hingga November 2026

Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Asahan, Pangihutan Manurung, memaparkan bahwa pelaksanaan Gugus Tugas Reforma Agraria tahun ini berlangsung mulai Mei hingga November 2026. Ia meminta dukungan penuh dari pemerintah daerah agar seluruh program dapat berjalan optimal.

“Untuk kelancaran kegiatan, kami meminta dukungan dan bantuan Pemerintah Kabupaten Asahan. Kami mohon agar pelaksanaan Gugus Tugas Reforma Agraria dapat berjalan optimal,” ujar Pangihutan di hadapan peserta rapat.

Fokus Utama: Selesaikan Sengketa Lahan Warga

Pangihutan menjelaskan, gugus tugas memiliki peran strategis dalam mendukung penyelesaian sengketa dan konflik agraria yang kerap muncul di daerah. Dampak yang diharapkan dari program ini adalah peningkatan kesejahteraan masyarakat secara langsung.

Wakil Bupati Asahan Rianto menegaskan, reforma agraria harus memberi dampak nyata bagi masyarakat. Menurutnya, penataan agraria menjadi salah satu langkah konkret untuk mengurangi ketimpangan kepemilikan tanah sekaligus mendorong kesejahteraan.

“Kegiatan ini juga menjadi wujud sinergi dan kolaborasi antara Pemkab Asahan, BPN, serta seluruh anggota Gugus Tugas Reforma Agraria,” kata Rianto.

Instruksi Tegas: Jangan Ada Agenda Seremonial

Rianto mengingatkan agar rapat tidak berhenti pada agenda formal. Setiap pembahasan yang dilakukan harus menghasilkan kesepakatan dan langkah kerja yang jelas, bukan sekadar diskusi tahunan tanpa tindak lanjut.

“Saya berharap Reforma Agraria di Asahan tidak hanya bersifat seremonial. Harus ada produk dan kesepakatan konkret yang menjadi pedoman kerja Tim Gugus Tugas sepanjang 2026,” tegasnya.

Ia juga mendorong seluruh perangkat daerah yang tergabung dalam gugus tugas untuk aktif menjalankan tugas sesuai fungsi masing-masing. Koordinasi lintas sektor dinilai penting agar penataan pertanahan berjalan nyata dan manfaatnya dirasakan langsung oleh warga.

Rangkaian kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, pembacaan doa, sambutan Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Asahan, serta arahan Wakil Bupati Asahan. Kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar. (Muhammad Reza)

Reporter: Syahrul Karim
Sumber: mediabengkulu.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top