BENGKULU — Kepengurusan baru Asosiasi Kopi Indonesia (ASKI) Provinsi Bengkulu resmi dikukuhkan pada Selasa (29/4/2026). Yosia Yodan dipercaya memimpin organisasi tersebut untuk periode mendatang, didampingi Fernando Sijabat sebagai Sekretaris Umum dan Muhamad Zaki sebagai Bendahara Umum.
Prosesi pelantikan berlangsung di Ballroom Hotel Two K Azana Style Bengkulu dan dihadiri langsung oleh jajaran puncak pengurus pusat ASKI. Ketua Umum Pusat ASKI Irsan, Sekretaris Jenderal Muh. Dwiki Cahyadi, serta Wakil Ketua Umum Halim Ritonga hadir untuk mengukuhkan pengurus baru secara resmi.
Yosia Yodan menegaskan komitmennya untuk mendorong kopi Bengkulu agar mampu bersaing di tingkat nasional hingga global. Ia menilai daerahnya memiliki potensi besar dari sisi kualitas maupun kearifan lokal yang menyertainya.
"Kopi Bengkulu memiliki identitas dan karakter yang kuat. Tugas kita bersama adalah memastikan potensi ini tidak hanya dikenal di daerah, tetapi mampu menembus pasar nasional bahkan internasional," ujar Yosia dalam sambutannya.
Ia menambahkan, ASKI Bengkulu akan menjadi wadah kolaborasi antara petani, pelaku usaha, hingga pemangku kebijakan. Tujuannya untuk menciptakan ekosistem kopi yang berkelanjutan dan menguntungkan semua pihak.
Kepengurusan yang baru dilantik ini menyiapkan sejumlah program prioritas. Fokus utama mereka adalah peningkatan kualitas produksi, penguatan branding, serta pembukaan akses pasar yang lebih luas bagi para pelaku kopi di Bengkulu.
Langkah ini dinilai penting mengingat persaingan komoditas kopi antar daerah di Indonesia semakin ketat. Tanpa perbaikan kualitas dan strategi pemasaran yang matang, potensi besar kopi Bengkulu bisa tergerus oleh produk dari daerah lain.
Ketua Umum Pusat ASKI, Irsan, dalam arahannya menyampaikan harapan besar terhadap kepengurusan baru. Ia berharap ASKI Bengkulu mampu menjadi motor penggerak industri kopi di daerah dan berkontribusi pada pengembangan kopi nasional.
Acara pelantikan ini juga dihadiri sejumlah tokoh nasional dan daerah. Ade Jona Prasetyo, Anggota DPR RI Komisi XII yang juga Ketua Partai Gerindra Provinsi Sumatera Utara, tampak hadir. Turut hadir Sona Maesana, Staf Khusus Menteri Investasi, serta Diza Hazra Aljhosa, Wakil Walikota Jambi yang juga mantan Ketua Umum BPD HIPMI Jambi.
Pemerintah Provinsi Bengkulu diwakili oleh Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, M. Ikhwan, S.H., M.H. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menunjukkan sinergi lintas sektor yang diharapkan mampu memperkuat industri kopi Bengkulu.
Pelantikan ini menjadi momentum penting bagi kebangkitan sektor kopi Bengkulu. Dengan dukungan berbagai pihak, ASKI Bengkulu diharapkan mampu membawa kopi daerah naik kelas dan berdaya saing tinggi di kancah nasional.
Bengkulu sendiri dikenal sebagai salah satu penghasil kopi unggulan di Indonesia. Penguatan kelembagaan melalui ASKI diharapkan mampu menjawab tantangan klasik petani, seperti fluktuasi harga dan keterbatasan akses pasar, sekaligus mempertegas posisi daerah sebagai produsen kopi berkualitas.