BENGKULU — Gelaran Sirnas B PBSI 2026 di Bengkulu tidak hanya menjadi ajang perebutan gelar, tetapi juga panggung pembuktian bagi para atlet muda dari berbagai daerah. Sebanyak 422 pemain dari 124 klub dan 14 provinsi siap bertanding di GOR UMB IV selama enam hari ke depan.
Kepala Bidang Turnamen dan Monitoring Evaluasi PP PBSI, Wahyana, memastikan seluruh aspek teknis pertandingan telah rampung. “Persiapan sudah selesai. Besok pagi kita bisa langsung melaksanakan pertandingan,” ujarnya.
Wahyana menegaskan bahwa kejuaraan ini dirancang sebagai wadah bagi atlet untuk mengasah kemampuan dan mengukur prestasi. Menurutnya, hasil dari turnamen ini akan menjadi bahan evaluasi untuk membuka peluang pembinaan ke level yang lebih tinggi.
“Sirnas merupakan bagian dari program yang telah disusun untuk meningkatkan kemampuan atlet-atlet Indonesia,” kata Wahyana.
Ketua Umum Pengprov PBSI Bengkulu, H. Suharto, S.E., M.B.A., menyebut kepercayaan PP PBSI menjadikan Bengkulu tuan rumah disambut antusias oleh komunitas bulu tangkis setempat. Ia menuturkan, geliat latihan terlihat setiap malam di berbagai tempat menjelang ajang ini.
“Komunitas bulu tangkis dan masyarakat sangat antusias. Setiap malam banyak yang latihan. Ini menjadi dorongan agar bulu tangkis terus berkembang dan melahirkan atlet yang mampu membawa nama Merah Putih,” ujar Suharto.
Di tengah semarak kompetisi, Suharto juga menyuarakan pentingnya penguatan fasilitas olahraga bulu tangkis di Bengkulu. Ia menilai ketersediaan sarana yang memadai menjadi kunci keberlanjutan pembinaan atlet di daerah.
Menurutnya, dukungan terhadap pembangunan infrastruktur olahraga perlu terus diperkuat agar potensi atlet lokal bisa berkembang optimal dan berprestasi di kancah nasional.
Sirnas B Bengkulu 2026 diharapkan menjadi momentum strategis dalam pencarian bibit-bibit atlet potensial Indonesia, sekaligus mendorong perkembangan bulu tangkis di Provinsi Bengkulu.