REJANG LEBONG — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, mengeluarkan peringatan dini terkait kondisi cuaca yang tidak menentu. Masyarakat di seluruh kecamatan kini diminta bersiap menghadapi perubahan suhu panas terik yang secara tiba-tiba dapat berganti menjadi hujan deras dengan intensitas tinggi.
Waspada Longsor di Jalur Lintas Curup-Lubuklinggau
Selain kewaspadaan di pemukiman, BPBD memberikan perhatian khusus pada keselamatan pengguna jalan. Para pengendara dan pemudik yang melintasi jalur penghubung antara Provinsi Bengkulu dengan Sumatera Selatan diimbau untuk ekstra hati-hati saat melintas, terutama ketika hujan turun di kawasan tersebut.
Terdapat sejumlah titik rawan longsor yang perlu diantisipasi di sepanjang Jalan Lintas Curup-Lubuklinggau. Pihak berwenang meminta pengendara untuk selalu memperhatikan kondisi lingkungan sekitar guna menghindari risiko kecelakaan atau terjebak material longsor yang bisa terjadi sewaktu-waktu.
Pengaruh El Niño Terhadap Potensi Bencana Hidrometeorologi
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Rejang Lebong, M Budianto, menjelaskan bahwa fenomena cuaca ekstrem ini dipicu oleh dampak El Niño. Kondisi tersebut menciptakan pola cuaca yang tidak menentu dan meningkatkan risiko terjadinya banjir akibat hujan lebat berdurasi lama, angin kencang, hingga suhu panas yang menyengat.
"Saat ini masih dalam kondisi cuaca ekstrem. Masyarakat diminta untuk mewaspadai dampaknya karena cuaca panas bisa tiba-tiba berubah menjadi hujan deras dengan intensitas tinggi," kata M Budianto pada Kamis.
BPBD telah menyampaikan peringatan dini kepada seluruh pemerintah kecamatan di wilayah tersebut. Potensi bencana yang menjadi fokus pengawasan meliputi banjir, tanah longsor, hingga ancaman angin puting beliung yang dapat dipicu oleh perubahan pola cuaca yang cepat.
"Masyarakat dihadapkan pada perubahan pola cuaca yang cepat. Oleh karena itu, kewaspadaan diri harus ditingkatkan," terangnya.