BENGKULU SELATAN — Pemerintah pusat memastikan kelancaran operasional pendidikan di Bengkulu Selatan dengan mengucurkan Dana BOS senilai Rp 12.741.300.000 untuk jenjang SMA dan SMK pada tahun anggaran 2026. Total peserta didik yang menjadi sasaran program ini mencapai 8.379 orang yang tersebar di 21 sekolah negeri dan swasta.
Mengapa SMA Negeri 2 Bengkulu Selatan Mendapat Jatah Terbesar?
Besaran dana yang dikelola setiap sekolah tidaklah sama. Porsi terbesar jatuh ke SMA Negeri 2 Bengkulu Selatan yang mencapai Rp 1,4 miliar. Hal ini dikarenakan sekolah tersebut memiliki jumlah siswa terbanyak di kabupaten itu, yaitu 967 peserta didik yang terdaftar dalam data pokok pendidikan (Dapodik).
Semakin besar jumlah siswa, semakin besar pula nominal BOS yang diterima. Prinsip ini berlaku secara nasional untuk memastikan biaya operasional per siswa terpenuhi secara proporsional.
Rincian Biaya Satuan per Siswa
Berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 1/P/2026, satuan biaya dana BOS untuk setiap siswa SMA di Bengkulu Selatan ditetapkan sebesar Rp 1.500.000. Sementara itu, untuk siswa SMK, pemerintah memberikan alokasi lebih tinggi, yaitu Rp 1.600.000 per siswa.
Perbedaan biaya satuan ini mempertimbangkan kebutuhan praktik dan peralatan di sekolah kejuruan yang cenderung lebih besar dibandingkan sekolah menengah atas umum.
Fakta Singkat Dana BOS 2026 Bengkulu Selatan
- Total Sekolah Penerima: 21 unit (SMA dan SMK, negeri dan swasta).
- Total Anggaran: Rp 12.741.300.000.
- Total Siswa: 8.379 peserta didik.
- Penerima Terbesar: SMA Negeri 2 Bengkulu Selatan (Rp 1,4 miliar untuk 967 siswa).
Tujuan Penyaluran Dana BOS
Penyaluran dana ini merupakan bagian dari strategi pemerintah pusat untuk menjamin operasional sekolah tetap berjalan optimal. Dengan adanya BOS, sekolah diharapkan mampu membiayai kebutuhan rutin seperti pengadaan alat tulis, listrik, air, perawatan gedung, serta pembiayaan kegiatan belajar mengajar tanpa membebani orang tua siswa.
Kebijakan ini juga menjadi instrumen untuk menjaga mutu pendidikan dasar dan menengah di daerah, termasuk di wilayah Bengkulu Selatan yang membutuhkan perhatian dalam hal distribusi anggaran pendidikan.