Pencarian

Rupiah Tembus Rp 17.864 per Dolar AS, Simak Selisih Kurs Jual-Beli di BCA, Mandiri, dan BNI

Selasa, 02 Juni 2026 • 10:49:01 WIB
Rupiah Tembus Rp 17.864 per Dolar AS, Simak Selisih Kurs Jual-Beli di BCA, Mandiri, dan BNI
Rupiah melemah ke Rp 17.864 per Dolar AS pada perdagangan pagi ini.

BENGKULU — Berdasarkan data pasar yang dihimpun hingga pukul 09.38 WIB, rupiah kembali tertekan oleh penguatan dolar AS. Kondisi ini membuat spread antara kurs jual dan beli di bank-bank nasional menjadi perhatian utama, terutama bagi importir yang membutuhkan dolar untuk pembayaran dan eksportir yang hendak mengkonversi penerimaan valas ke rupiah.

Selisih Kurs di Tiga Bank Nasional

Bank Central Asia (BCA), Bank Mandiri (BMRI), dan Bank Negara Indonesia (BBNI) telah merilis kurs indikasi untuk transaksi valas hari ini. Perbedaan harga jual dan beli antar instrumen—e-Rate, TT Counter, hingga Bank Notes—menunjukkan biaya transaksi yang harus ditanggung nasabah.

Berikut rincian kurs dolar AS di masing-masing bank per pukul 09.38 WIB:

BCA

  • e-Rate: Beli Rp 17.878, Jual Rp 17.898 (spread Rp 20)
  • TT Counter & Bank Notes: Beli Rp 17.690, Jual Rp 17.940 (spread Rp 250)
  • Special Rate (transaksi >USD 25.000): Beli Rp 17.865, Jual Rp 17.895 (spread Rp 30)

Bank Mandiri (BMRI)

  • TT Counter: Beli Rp 17.640, Jual Rp 17.940 (spread Rp 300)
  • Bank Notes: Beli Rp 17.625, Jual Rp 17.925 (spread Rp 300)

Catatan: Kurs khusus Mandiri untuk nominal di atas USD 25.000 dapat diperoleh dengan menghubungi cabang.

Bank Negara Indonesia (BBNI)

  • Kurs BNI tidak tercantum dalam laporan ini, namun pola spread umumnya mengikuti tren perbankan nasional dengan selisih jual-beli berkisar Rp 250 hingga Rp 300 untuk transaksi tunai.

Implikasi bagi Importir dan Eksportir

Selisih kurs (spread) yang lebar di instrumen TT Counter dan Bank Notes—mencapai Rp 250 hingga Rp 300—menjadi beban tambahan bagi pelaku bisnis yang melakukan transaksi tunai. Sebaliknya, transaksi elektronik melalui e-Rate BCA menawarkan spread lebih sempit, hanya Rp 20, sehingga lebih efisien untuk pembayaran rutin bernilai kecil hingga menengah.

Bagi korporasi dengan transaksi di atas USD 25.000, skema Special Rate di BCA memberikan spread Rp 30, lebih kompetitif dibandingkan TT Counter reguler. Ini penting dicatat oleh bendahara perusahaan yang mengelola arus kas valas harian.

Mengapa Rupiah Melemah saat IHSG Menguat?

Fenomena divergensi antara pasar saham dan valuta asing ini umum terjadi ketika aliran modal asing masuk ke pasar saham (equity) namun tidak cukup kuat untuk menopang rupiah di pasar spot. Penguatan dolar AS secara global masih menjadi faktor dominan yang menekan mata uang emerging market, termasuk rupiah.

Pelaku pasar disarankan untuk memantau kurs acuan di masing-masing bank secara real-time, karena angka indikasi dapat berubah sewaktu-waktu selama jam perdagangan. Untuk transaksi bernilai besar, konfirmasi langsung ke cabang bank tetap menjadi langkah yang paling akurat.

Bagikan
Sumber: money.kompas.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks