REJANG LEBONG — Debu masih beterbangan di lokasi saat Letkol Inf Agung Lewis Oktorada tiba di Talang Rimbo. Didampingi anggota dan kontraktor pelaksana, ia memeriksa setiap aspek pengerjaan, mulai dari kualitas material hingga progres fisik di lapangan. Bukan sekadar inspeksi biasa, kehadirannya menjadi sinyal bahwa proyek ini tidak boleh gagal.
Jalan Penting bagi Aktivitas Warga
Jalan yang amblas akibat cuaca ekstrem dan kondisi tanah tidak stabil itu sempat membuat lalu lintas lumpuh. Lubang besar di tengah jalan memaksa kendaraan roda empat mencari jalur alternatif yang lebih jauh. Pengendara motor pun harus ekstra hati-hati melewati tepi retakan yang sewaktu-waktu bisa melebar.
“Jalan ini bukan hanya akses biasa. Ini sangat penting bagi warga. Setiap hari, ibu-ibu membawa hasil bumi, anak-anak pergi bersekolah, dan warga yang membutuhkan perawatan medis, semuanya lewat jalan ini,” tegas Dandim di sela peninjauan.
Target Selesai Tanpa Kompromi Kualitas
Dandim menegaskan bahwa percepatan pembangunan menjadi prioritas utama. Ia meminta semua pihak berkoordinasi ketat untuk mencegah masalah teknis sebelum menjadi persoalan yang lebih besar. “Dari segi kualitas dan waktu, tidak ada ruang untuk kompromi. Kami ingin masyarakat merasa aman saat lewat di sini,” ujarnya.
Kelancaran distribusi barang dan layanan publik, menurutnya, akan terganggu jika ruas ini terus dalam kondisi buruk. Oleh karena itu, target penyelesaian bukan hanya cepat, tetapi juga memenuhi standar konstruksi yang aman.
Warga Berharap Bukan Sekadar Seremonial
Warga yang mengamati peninjauan tampak lebih tenang. Seorang pedagang sayur di pinggir jalan mengaku sudah lama bersabar dengan kondisi jalan yang rusak. “Kami sudah banyak bersabar. Semoga segera selesai, supaya kami bisa berjualan lagi tanpa khawatir roda kendaraan tersangkut,” katanya.
Masyarakat setempat sempat menyebut ruas ini sebagai “jalan setan” karena kerap membuang waktu dan membuat resah. Dengan pengawasan langsung dari aparat, mereka berharap perbaikan benar-benar tuntas, bukan sekadar seremonial belaka.
Dampak pada Perekonomian Lokal
Jika semua berjalan sesuai rencana, dalam waktu dekat Talang Rimbo akan kembali ramai dilintasi kendaraan. Perekonomian lokal, terutama sektor perdagangan hasil bumi, diharapkan bisa berfungsi normal kembali. Akses menuju fasilitas kesehatan dan sekolah pun akan pulih tanpa hambatan berarti.