BENGKULU — Perencana keuangan Rista Zwestika CFP, WMI dari Finante.id menekankan pentingnya kemampuan membedakan kebutuhan dan keinginan sebagai fondasi utama pengelolaan keuangan. Cara sederhana yang bisa langsung diterapkan, menurut dia, adalah dengan mengajukan satu pertanyaan kritis: "Apakah saya tetap bisa menjalani aktivitas sehari-hari dengan baik jika tidak membeli barang ini sekarang?"
Pertanyaan Kunci Sebelum Belanja
Rista menjelaskan bahwa jawaban dari pertanyaan tersebut akan langsung mengklasifikasikan barang yang hendak dibeli. Jika ketiadaan barang itu membuat seseorang tidak bisa beraktivitas dengan baik, maka barang tersebut masuk kategori kebutuhan. Sebaliknya, jika barang itu hanya menambah kenyamanan, mengikuti tren, atau penundaan pembeliannya tidak mengganggu aktivitas utama, maka barang itu lebih dekat pada kategori keinginan.
"Kalau ketiadaan barang itu membuat orang yang bersangkutan tidak dapat melakukan aktivitas dengan baik, maka barang tersebut dapat digolongkan sebagai kebutuhan," kata Rista saat dihubungi ANTARA pada Senin.
Terapkan Jeda 24-72 Jam untuk Cegah Belanja Impulsif
Selain metode tanya-jawab, Rista juga menyarankan penerapan jeda waktu sebelum memutuskan membeli barang yang tidak direncanakan. Langkah ini bertujuan untuk mencegah belanja yang didorong oleh emosi atau keinginan sesaat, terutama saat tergoda promosi dan diskon.
"Misalnya menunggu 24 hingga 72 jam sebelum membeli barang yang tidak direncanakan," ujarnya.
Kebiasaan menunda keputusan pembelian ini, menurut Rista, memberi ruang bagi seseorang untuk mengevaluasi kembali apakah barang tersebut benar-benar dibutuhkan. Dengan begitu, pengeluaran impulsif akibat godaan tren atau diskon bisa diminimalkan.
Kaitan dengan Prioritas Keuangan di Tengah Ekonomi Lesu
Rista mengemukakan bahwa kemampuan membedakan kebutuhan dan keinginan menjadi semakin penting untuk menetapkan prioritas pengeluaran. Ini berlaku terutama pada masa kondisi perekonomian yang kurang baik, di mana setiap rupiah harus dipertanggungjawabkan.
Kemampuan untuk mengendalikan pengeluaran sehari-hari dan memastikan setiap pembelian sesuai dengan prioritas, kata dia, adalah langkah strategis untuk meminimalkan kemungkinan munculnya masalah keuangan di kemudian hari. Langkah sederhana ini bisa menjadi tameng pertama bagi masyarakat Bengkulu agar kondisi finansial tetap aman dan terkendali.