BENGKULU — Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Bengkulu, Usin Abdisyah Putra Sembiring, menegaskan pihaknya tidak ingin praktik curang dalam penerimaan siswa baru terulang kembali pada tahun ini.
“Kita memberikan perhatian serius terhadap SPMB Tahun Ajaran 2026/2027. Karena pada pelaksanaan sebelumnya selalu ada persoalan yang muncul di tengah masyarakat,” ujar Usin saat diwawancarai, Kamis (11/6/2026).
Aduan Masyarakat Soal Kecurangan PPDB Tahun Lalu
Menurut politisi yang dikenal vokal itu, banyak laporan masuk ke DPRD terkait pelaksanaan penerimaan siswa baru pada tahun-tahun sebelumnya. Sejumlah laporan bahkan menyertakan dugaan praktik kecurangan yang dinilai mencederai asas keadilan dan transparansi di dunia pendidikan.
“Maka dari itu, kita pastikan pengawasan akan diperkuat agar pelaksanaan SPMB yang saat ini mulai berjalan benar-benar sesuai dengan Petunjuk Pelaksanaan (Juklak) dan Petunjuk Teknis (Juknis) yang telah ditetapkan pemerintah,” tegas Usin.
Rapat Tertutup dengan Dinas Dikbud dan Forum Kepala Sekolah
Sebagai bentuk keseriusan, Komisi IV DPRD Provinsi Bengkulu telah menggelar rapat tertutup bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Bengkulu serta perwakilan Forum Kepala Sekolah pada 2 Juni 2026 lalu.
Dalam rapat tersebut, DPRD secara khusus mengingatkan seluruh pihak yang terlibat agar menjalankan proses SPMB sesuai regulasi yang berlaku. Prinsip transparansi, objektivitas, dan akuntabilitas harus dikedepankan.
“Dinas Dikbud dan Forum Kepala Sekolah sudah kita ingatkan agar pelaksanaan SPMB mengikuti aturan yang ada,” kata Usin.
Target: Tak Ada Lagi Keluhan Masyarakat soal SPMB
Usin meyakini, apabila seluruh tahapan penerimaan siswa baru dilaksanakan secara terbuka dan berpedoman pada Juklak serta Juknis, berbagai persoalan yang selama ini menjadi keluhan masyarakat dapat diminimalisir, bahkan dihindari sama sekali.
“Jangan sampai persoalan yang pernah terjadi pada tahun sebelumnya terulang kembali. Kita ingin seluruh peserta didik mendapatkan kesempatan yang sama dan proses penerimaan berjalan adil serta transparan,” tutup Usin.