BENGKULU — Sistem drop tank untuk pertama kalinya diujicobakan di Pelabuhan Pulau Baai pada awal Mei 2026. Layanan kedua dioperasikan pada 8-9 Juni 2026 untuk memuat 3.500 ton komoditas Olein menggunakan kapal MT Bangun Rejo yang akan dikirim ke Jawa Tengah.
Apa Itu Sistem Drop Tank dan Bagaimana Cara Kerjanya?
Branch Manager PTP Nonpetikemas Cabang Bengkulu, Mochammad Choiron Yusuf, menjelaskan bahwa sistem drop tank adalah metode penanganan kargo curah cair yang memungkinkan muatan dari truk ditampung terlebih dahulu pada tangki transit. Setelah itu, baru dipompa ke kapal. Proses ini mempercepat pemuatan sekaligus menjaga keamanan dan kualitas muatan.
“Penerapan sistem drop tank merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk meningkatkan kualitas layanan bagi pengguna jasa, kecepatan operasional dan efesiensi biaya logistik, serta safety dalam penanganan kargo curah cair,” ujar Choiron dalam siaran pers.
Produktivitas Meroket, Target Nasional Terlampaui
Dengan metode konvensional, produktivitas Pelabuhan Pulau Baai hanya mencapai 40 ton per jam. Setelah sistem drop tank diterapkan, angkanya melonjak menjadi 84 ton per jam. Capaian ini melampaui target 63 ton per jam yang ditetapkan Dirjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan.
General Manager Pelindo Regional 2 Bengkulu, Dimas Rizky Kusmayadi, menyebut pemuatan Olein menjadi indikator meningkatnya pemanfaatan Pelabuhan Pulau Baai dalam mendukung distribusi komoditas unggulan daerah. “Pelabuhan Pulau Baai memiliki peran strategis sebagai gerbang perdagangan dan logistik Provinsi Bengkulu,” ucapnya.
Komoditas Olein: Tulang Punggung Industri Pangan Nasional
Olein merupakan produk turunan kelapa sawit yang banyak digunakan sebagai bahan baku industri pangan, minyak goreng, dan produk manufaktur lainnya. Kelancaran distribusi komoditas ini dinilai krusial untuk menjaga rantai pasok nasional.
Dimas menambahkan, pihaknya optimistis kapasitas dan aktivitas kepelabuhanan di Pulau Baai akan terus meningkat seiring upaya normalisasi alur pelayaran. “Hal ini membuka peluang yang lebih besar bagi pertumbuhan arus barang, peningkatan konektivitas logistik, serta pengembangan sektor industri dan perdagangan di Bengkulu,” ujarnya.
Inovasi Bertahap: Dari Pangkal Balam ke Pulau Baai
SM Sekretaris Perusahaan PTP Nonpetikemas, Fiona Sari Utami, mengungkapkan bahwa implementasi layanan drop tank merupakan bagian dari program inovasi perusahaan yang sebelumnya telah diimplementasikan di Pelabuhan Pangkal Balam. “Pelabuhan Pulau Baai adalah cabang kedua yang mengimplementasikannya,” katanya.
Fiona menegaskan, pihaknya tidak hanya fokus pada peningkatan produktivitas, tetapi juga mendorong penerapan standar HSSE (Health, Safety, Security, and Environment) pada setiap kegiatan bongkar muat.
Kinerja Cabang Bengkulu Tumbuh 3,88 Persen
Hingga Mei 2026, PTP Nonpetikemas Cabang Bengkulu mencatat realisasi throughput sebesar 1,02 juta ton/m3. Angka ini tumbuh 3,88 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025. Pertumbuhan positif didorong oleh sejumlah komoditas, terutama kemasan curah cair yang membukukan realisasi 212.700 ton atau meningkat 93,97 persen. Segmen ini juga melampaui RKAP dengan pencapaian 174,38 persen.
Sementara itu, kemasan bag cargo mencatat realisasi 33.500 ton, meningkat 79 persen dan melampaui target dengan tingkat pencapaian 116,72 persen. Adapun kemasan curah kering menjadi kontributor terbesar terhadap total throughput Cabang Bengkulu dengan realisasi 774.700 ton.