Pencarian

BMKG Peringatkan Risiko Likuifaksi di Wilayah Berpasir Usai Gempa M 6,7 Palu

Selasa, 16 Juni 2026 • 17:33:31 WIB
BMKG Peringatkan Risiko Likuifaksi di Wilayah Berpasir Usai Gempa M 6,7 Palu
BMKG menginformasikan potensi likuifaksi di wilayah berpasir pascagempa M 6,7 Palu.

BENGKULU — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa bumi tektonik berkekuatan M 6,7 yang melanda Kota Palu pada Selasa (16/6/2026) pukul 10.27 WITA tidak memicu tsunami. Namun, potensi likuifaksi menjadi perhatian utama otoritas kebencanaan, mengingat karakteristik geologis kawasan itu yang rentan terhadap fenomena pencairan tanah.

Pemicu Likuifaksi: Tanah Berpasir dan Air Tanah Dangkal

Dalam konferensi pers yang disiarkan kanal YouTube BMKG, Kepala BMKG Wijayanto menjelaskan bahwa likuifaksi tidak akan terjadi merata. "Hanya wilayah-wilayah tertentu di mana daerah itu berpasir, terus ada potensi air naik dan seterusnya," ujarnya.

Ia membandingkan potensi dampak gempa kali ini dengan tragedi 2018 silam. Energi gempa M 6,7 disebut jauh lebih kecil ketimbang gempa M 7,5 yang memicu likuifaksi masif di Petobo, Balaroa, dan Jono Oge. "Harapannya tidak signifikan seperti yang M 7,5. Karena memang antara M 6,7 sama 7,5 sangat jauh sekali energinya," imbuh Wijayanto.

Bukan Sesar Palu Koro, Ini Pemicu Guncangan

BMKG mengidentifikasi sumber gempa bukan berasal dari Sesar Palu Koro yang meruntuhkan kota pada 2018. Wijayanto menegaskan guncangan kali ini dipicu oleh aktivitas Sesar Sausu, salah satu dari sejumlah sesar aktif yang melintasi Sulawesi Tengah. "Jadi ini bukan segmen Palukoro seperti gempa di 2018," katanya.

Selain Sausu dan Palu Koro, wilayah itu juga dilewati Sesar Ampana. Menurut BMKG, pergerakan satu sesar aktif tidak otomatis memicu sesar lain menghasilkan gempa besar. "Kalau nanti memicu sesar di sekitarnya, tentunya hanya memicu gempa-gempa kecil saja," jelas Wijayanto.

Dampak Terkini: Bangunan Rusak di Tiga Daerah

Episenter gempa berada di darat pada koordinat 1,03° LS dan 120,24° BT, sekitar 42 kilometer tenggara Palu, dengan kedalaman dangkal 10 kilometer. Guncangan dirasakan cukup kuat hingga menyebabkan kerusakan ringan pada sejumlah bangunan di Kota Palu, Kabupaten Sigi, dan Parigi Moutong.

"Sampai saat ini kita belum menerima informasi longsor. Baru tadi kita tampilkan beberapa wilayah yang ada kerusakan ringan," kata Wijayanto. BMKG terus memantau aktivitas susulan dan mengimbau warga di lereng curam serta bantaran sungai untuk tetap waspada terhadap potensi bahaya sekunder.

Bagikan
Sumber: detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks