BENGKULU — Mayoritas penyaluran KUR di Bengkulu tersedot ke sektor pertanian, perkebunan, dan kehutanan. Dari data DJPb Bengkulu, sektor ini menyerap 14.776 debitur dengan total pinjaman Rp1,21 triliun—atau sekitar 65 persen dari total nilai KUR yang sudah cair.
Angka itu menunjukkan bahwa pertanian masih menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat Bengkulu. Pemerintah pusat pun, menurut Irfan, tengah mendorong agar pelaku usaha di sektor ini tidak hanya bertahan, tetapi juga berinovasi.
Sektor Perdagangan dan Jasa Ikut Tumbuh
Di luar pertanian, sektor perdagangan besar dan eceran menjadi penyerap KUR terbesar kedua. Tercatat 4.083 debitur telah menerima pinjaman senilai Rp321,27 miliar. Sektor real estate, persewaan, dan jasa perusahaan menyusul dengan 699 debitur dan nilai Rp129,55 miliar.
Sektor jasa kemasyarakatan, sosial, budaya, dan hiburan juga mencatatkan 1.270 debitur dengan total Rp78,91 miliar. Sementara itu, industri pengolahan digeluti oleh 858 debitur yang menyerap dana Rp53,82 miliar.
Target 28.981 Debitur di Tahun 2026
DJPb Bengkulu menargetkan total 28.981 debitur bisa menjangkau KUR sepanjang 2026. Alokasi yang disiapkan mencapai Rp3,83 triliun. Dari jumlah itu, 27.015 debitur ditargetkan melalui skema konvensional, dan sisanya 1.966 debitur melalui skema syariah.
Irfan menjelaskan, pihaknya tidak hanya mengejar debitur baru, tetapi juga mendorong debitur lama untuk graduasi atau naik kelas. Untuk skema konvensional, target debitur baru sebanyak 14.667 orang, sementara target graduasi mencapai 12.348 pelaku usaha.
"Dengan penyaluran program KUR tersebut, pemerintah pusat optimistis Bengkulu sedang berada di jalur cepat menuju kemandirian ekonomi," kata Irfan di Kota Bengkulu, Rabu.
Skema Syariah Fokus pada Debitur Baru
Berbeda dengan skema konvensional, mayoritas target KUR syariah justru difokuskan pada debitur baru. Dari alokasi 1.966 debitur, sebanyak 1.625 di antaranya adalah pelaku usaha yang baru pertama kali mengakses KUR. Sisanya, 341 debitur, ditargetkan untuk graduasi.
Irfan mengajak seluruh masyarakat Bengkulu untuk memanfaatkan program ini. Menurutnya, akses permodalan kini bukan lagi kemewahan, melainkan hak bagi setiap pelaku usaha yang ingin bertumbuh.
"Mari bersama-sama mewujudkan UMKM di Bengkulu menjadi lebih inovatif, berdaya saing, dan siap melangkah ke panggung nasional," ujarnya.
Rincian Sektor Lain yang Terserap KUR
Beberapa sektor lain juga mencatatkan penyerapan KUR meski dalam skala lebih kecil. Sektor akomodasi dan makanan-minuman (kuliner atau perhotelan) tercatat 187 debitur dengan nilai Rp20,65 miliar. Sektor konstruksi diikuti 26 debitur dengan total Rp18,02 miliar, dan sektor perikanan sebanyak 148 debitur dengan nilai Rp8,91 miliar.
Adapun sektor transportasi, pergudangan, dan komunikasi menyerap dana Rp6,85 miliar untuk 69 debitur. Sektor jasa kesehatan dan sosial hanya dua debitur dengan nilai Rp2,47 miliar. Sektor jasa pendidikan tercatat sembilan debitur dengan total Rp660 juta, sementara sektor pertambangan dan penggalian menjadi yang paling kecil dengan lima debitur dan nilai Rp246 juta.