KAUR — Wakil Bupati Kaur Abdul Hamid memimpin langsung kegiatan penanaman padi serentak di lahan Optimasi Lahan (Oplah) dan Program Cetak Sawah Rakyat (CSR) seluas 70 hektare di Desa Jawi, Kecamatan Kinal, Selasa (30/6/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari gerakan serentak yang mencakup 50.000 hektare lahan di seluruh Bengkulu.
Sinergi Pusat-Daerah untuk Swasembada Pangan
Gerakan ini melibatkan lintas instansi: Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Bengkulu, Dinas Pertanian setempat, penyuluh lapangan, Brigade Pangan, mahasiswa KKN Universitas Bengkulu, hingga kelompok tani. Kepala BRMP Bengkulu Dr. Shannora Yuliasari turut hadir, menandakan dukungan penuh dari pemerintah pusat.
“Hari ini Kabupaten Kaur ikut melaksanakan program nasional ini di Desa Jawi. Semua unsur hadir dan bersama-sama melakukan penanaman. Semoga tanaman dipelihara dengan baik hingga menghasilkan produksi maksimal,” ujar Abdul Hamid dalam sambutannya.
Lahan 70 Hektare Ditargetkan Panen Tiga Kali Setahun
Kepala Dinas Pertanian Kaur Dodi Haryono menyebut lahan di Desa Jawi memiliki potensi besar berkat irigasi memadai dan ketersediaan alat mesin pertanian (alsintan). Target indeks pertanaman (IP) di kawasan ini mencapai 300 — artinya panen tiga kali dalam setahun.
“Dengan dukungan ini, kawasan ditargetkan mencapai indeks pertanaman tiga kali setahun atau IP 300,” kata Dodi. Ia meminta penyuluh terus mendampingi petani agar sawah yang dipanen segera ditanami kembali sehingga luas tambah tanam (LTT) meningkat.
Kaur Dapat Jatah Oplah Lebih dari 1.200 Hektare pada 2025
Abdul Hamid mengungkapkan, pada 2025 Kabupaten Kaur memperoleh program Oplah seluas lebih dari 1.200 hektare. Sementara untuk 2026, usulan Oplah yang diajukan masih dalam tahap verifikasi Kementerian Pertanian dengan target lebih dari 1.000 hektare.
Kendati optimistis, ia mengakui tantangan utama adalah kondisi geografis yang menyebabkan areal persawahan tersebar dan terfragmentasi. “Kami akan terus mengoptimalkan potensi lahan melalui sinergi dengan pusat, penyuluh, Brigade Pangan, dan kelompok tani,” tegasnya.
Mengapa Gerakan Ini Penting untuk Kaur?
Gerakan tanam serentak menjadi strategi nasional meningkatkan produksi beras di tengah ancaman perubahan iklim dan alih fungsi lahan. Bagi Kaur, program ini menjadi momentum memperkuat ketahanan pangan lokal sekaligus berkontribusi pada target swasembada beras nasional.
Dodi Haryono menambahkan, kolaborasi antara Dinas Pertanian, BRMP, penyuluh lapangan, Brigade Pangan, dan petani menjadi kunci keberhasilan. “Penyuluh harus terus mendampingi agar sawah yang dipanen segera ditanami kembali,” ujarnya.