BENGKULU — Jakarta — Changan Indonesia tidak akan berhenti pada peluncuran Deepal S05 yang dijadwalkan dalam waktu dekat. Pabrikan asal China ini sudah mengonfirmasi kehadiran satu model listrik lagi di GIIAS 2026, lengkap dengan skema pre-book.
Strategi Harga di Bawah Rp 600 Juta
Setiawan Surya, CEO Changan Indonesia, mengakui bahwa Deepal S07 yang dijual di atas Rp 600 juta belum mampu mendongkrak volume penjualan secara signifikan. "Market terbesar di Indonesia itu Rp 400 jutaan ke bawah. Yang Rp 600 juta ke atas turun, turunnya lumayan jauh," ujarnya di Jakarta, Selasa (30/6/2026).
Dari data Gaikindo, total penjualan Changan per Mei 2026 hanya 231 unit. Angka ini dianggap wajar oleh Setiawan, mengingat merek tersebut baru memulai operasi penjualan di awal tahun. "Bayi baru lahir juga enggak bisa langsung lari. Dibutuhkan proses," tambahnya.
Deepal S05 Jadi Jembatan Sebelum Model Baru
Sebelum GIIAS 2026 bergulir, Changan akan lebih dulu meluncurkan Deepal S05. Setiawan menegaskan bahwa peluncuran resmi model crossover tersebut akan digelar di luar pameran. "Enggak, enggak di GIIAS. Sebelum GIIAS kita udah press launching (Deepal S05)," katanya.
Deepal S05 diperkirakan dibanderol mulai Rp 500 jutaan. Harga ini diharapkan menjadi titik temu antara daya beli konsumen Indonesia dan teknologi kendaraan listrik yang ditawarkan. "Nanti kita berharap dengan adanya S05 bisa diterima. Apalagi nanti keluar yang versi di belahan lebih murah lagi, lebih terjangkau lagi," jelas Setiawan.
Identitas Model Baru Masih Rahasia
Hingga saat ini, Changan masih bungkam soal jenis kendaraan yang akan diperkenalkan di GIIAS 2026. Yang pasti, model tersebut akan melengkapi lini elektrifikasi yang sudah ada: Lumin, Deepal S07, dan Deepal S05. Setiawan hanya memastikan bahwa masa pemesanan awal akan dibuka kembali selama pameran berlangsung. "Nanti di GIIAS ada lagi. Ada pre-book lagi di GIIAS," pungkasnya.
Keputusan Changan untuk terus menambah model listrik di tengah pasar yang masih didominasi kendaraan konvensional menunjukkan keseriusan mereka membangun merek di Indonesia. Dengan strategi harga yang lebih agresif, pabrikan ini berharap bisa merebut pangsa pasar yang lebih besar dari kompetitor di segmen EV entry-level.