KOTA BENGKULU — Kepala Kanwil DJPb Bengkulu, Mohamad Irfan Surya Wardhana, merinci alokasi KUR konvensional mencapai 27.015 debitur. Target itu terbagi menjadi 14.667 debitur baru dan 12.348 debitur yang didorong naik kelas (graduasi).
Sementara itu, skema KUR syariah menyasar 1.966 debitur. Sebanyak 1.625 di antaranya merupakan debitur baru, sedangkan 341 debitur ditargetkan mengalami graduasi.
Dorong UMKM Menjauhi Rentenir
Irfan menegaskan pihaknya hadir sebagai sahabat UMKM di daerah. Ia mengakui masih banyak pelaku usaha ragu meminjam modal di lembaga formal karena khawatir proses rumit atau syarat agunan memberatkan.
"Kami Kanwil DJPb Bengkulu hadir sebagai sahabat UMKM di daerah. Banyak pelaku usaha yang selama ini ragu meminjam modal di lembaga formal karena khawatir dengan proses yang rumit atau syarat agunan yang memberatkan," kata Irfan di Kota Bengkulu, Minggu.
Ia meminta masyarakat menjauhi jeratan rentenir atau pinjaman ilegal. Menurutnya, program pembiayaan resmi pemerintah lebih profesional dan bebas biaya pengajuan.
Penyaluran Kredit Ultra Mikro Tembus Rp50 Miliar
Selain KUR, Kanwil DJPb Bengkulu mencatat realisasi penyaluran Kredit Usaha Ultra Mikro (UMi) sejak Januari hingga pertengahan Juni 2026 mencapai Rp50,11 miliar. Dana itu telah disalurkan kepada 7.259 debitur di Provinsi Bengkulu.
Penyaluran terbesar berasal dari Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB) seperti Permodalan Nasional Madani (PNM) yang mencapai Rp45,89 miliar untuk 6.592 debitur. PT Bahana Artha Ventura (BAV) menyalurkan Rp3,95 miliar untuk 651 debitur.
Adapun PT Pegadaian menyalurkan Rp175 juta untuk 15 debitur, dan Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Jasa menyalurkan Rp100 juta untuk satu debitur.
UMKM sebagai Penggerak Ekonomi Daerah
Irfan menegaskan pelaku UMKM merupakan penggerak utama perekonomian daerah yang layak mendapat dukungan penuh. Dengan program pendanaan dari pemerintah pusat, ia berharap para pelaku usaha dapat mengembangkan bisnis dan naik kelas.
"Dengan demikian, kami terus mendorong agar seluruh pelaku UMKM di wilayah Provinsi Bengkulu dapat memanfaatkan sejumlah program pendanaan guna mengembangkan usahanya agar dapat naik kelas," terang dia.