BENGKULU — Pemerintah Provinsi Bengkulu mencatat realisasi investasi hingga triwulan I tahun 2026 telah mencapai sekitar 41 persen dari target Rp5,7 triliun. Angka ini diungkap Sekretaris Daerah Herwan Antoni saat membuka kurasi Bencoolen Investment Challenge (BLINC) 3.0 di Aula Merah Putih, Senin (6/7), sebagai ajang promosi untuk menarik lebih banyak investor ke daerah.
Menurut Herwan, capaian tersebut didorong oleh tingginya minat investor di sektor perkebunan, ekonomi kreatif, pariwisata, dan pertambangan. Ia menilai sektor-sektor ini memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan di Bengkulu.
Empat Sektor Paling Diminati Investor di Bengkulu
Herwan merinci, sektor perkebunan masih menjadi primadona utama bagi investor yang menanamkan modal di Bengkulu. Disusul oleh ekonomi kreatif yang mulai menunjukkan geliat, serta sektor pariwisata dan pertambangan yang dinilai prospektif.
“Minat investor cukup tinggi pada sejumlah sektor, di antaranya perkebunan, ekonomi kreatif, pariwisata, serta pertambangan yang memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan,” jelasnya dalam sambutan pembukaan acara tersebut.
BLINC 3.0 Jadi Etalase Potensi Daerah
Pemerintah daerah memanfaatkan ajang Bencoolen Investment Challenge (BLINC) 3.0 sebagai etalase untuk mempromosikan potensi investasi Bengkulu. Herwan mengajak para calon investor untuk mulai menanamkan modal, dengan alasan investasi menjadi faktor penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan menciptakan lapangan kerja.
“Pemprov Bengkulu memandang investasi sebagai faktor penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, dan menurunkan angka kemiskinan. Bengkulu memiliki potensi ekonomi yang besar di berbagai sektor, seperti perkebunan, pertanian, kelautan, hilirisasi sumber daya alam, pariwisata, serta ekonomi kreatif,” ujar Herwan.
Harapan Bank Indonesia: Lahirkan Peluang Investasi Baru
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu, Muhamad Irfan Octama, menyambut baik penyelenggaraan BLINC 3.0. Ia berharap kegiatan kurasi ini mampu melahirkan peluang investasi baru yang berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
“Kami berharap kegiatan ini dapat menghasilkan berbagai peluang investasi yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi Bengkulu. Dengan meningkatnya investasi, kemajuan pembangunan daerah juga akan semakin terasa manfaatnya bagi masyarakat,” tutupnya.