BENGKULU — Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid secara tegas menyebut bahwa tujuan pengembangan AI adalah Meaningful AI. Konsep ini menjadi dasar baru dalam menilai keberhasilan teknologi di Tanah Air.
Apa Itu Meaningful AI
Meaningful AI adalah pendekatan yang menilai AI dari seberapa nyata manfaatnya bagi kehidupan masyarakat. Bukan dari seberapa canggih modelnya atau seberapa besar kapasitas komputasinya.
Konsep ini mencakup lima dimensi yang diperkenalkan pemerintah: AI for Productivity, AI for Public Good, AI for Inclusion, AI for Competitiveness, dan AI for Resilience. Artinya, AI diharapkan meningkatkan produktivitas, layanan publik, inklusi, daya saing, dan ketahanan masyarakat sekaligus.
Mengapa Adopsi Tinggi Tidak Cukup
Tingkat adopsi AI di Indonesia disebut telah mencapai 92 persen pada Februari 2026. Angka itu terbilang tinggi. Namun adopsi yang tinggi tidak otomatis berarti Indonesia sudah memperoleh manfaat yang tinggi pula dari AI.
Selama ini, Indonesia mudah terjebak pada perlombaan teknologi. Ketika negara lain membangun model AI berparameter ratusan miliar, Indonesia merasa harus ikut membangun model yang sama besar. Ketika negara lain membangun data center berkapasitas gigawatt, Indonesia merasa harus mengejar kapasitas serupa.
Pertanyaan yang lebih mendasar justru sering terlewat: AI tersebut mau digunakan untuk apa?
Persoalan Nyata yang Menunggu Solusi AI
Indonesia memiliki persoalan besar dan nyata yang bisa diselesaikan dengan AI. Petani membutuhkan prediksi cuaca, harga, dan penyakit tanaman. Nelayan membutuhkan informasi lokasi ikan dan kondisi laut.
UMKM membutuhkan analisis pasar, pembukuan, pemasaran, dan prediksi permintaan. Guru membutuhkan alat bantu pembelajaran. Tenaga kesehatan membutuhkan dukungan