BENGKULU — Kepala BMKG Manggarai Barat, Maria Patrica Seran, membenarkan adanya pemutakhiran kekuatan gempa dari semula magnitudo 7,0 menjadi 7,7. Ia mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap potensi gempa susulan yang diperkirakan masih akan terjadi.
"Pemutakhirannya 7,7 SR. Ada potensi tsunami dan kemungkinan gempa susulan masih bisa terjadi," ujar Maria saat dikonfirmasi di Labuan Bajo, Sabtu pagi.
Episenter gempa berlokasi di Kabupaten Nagekeo, sekitar 30 kilometer timur laut, dengan kedalaman dangkal 15 kilometer. Parameter ini yang membuat guncangan terasa sangat kuat hingga memicu kepanikan warga di Labuan Bajo yang langsung berhamburan keluar rumah.
BMKG langsung menerbitkan peringatan dini tsunami dengan status siaga untuk sejumlah wilayah. Daerah yang masuk kategori siaga meliputi Manggarai Utara, Ngada Utara, Manggarai Barat Utara, Sikka Utara, Ende Utara, serta wilayah Sulawesi dan Selayar. Sementara itu, wilayah pesisir lainnya masuk status waspada dengan potensi kenaikan muka air laut 0 hingga 0,5 meter.
Pantauan di lapangan menunjukkan kerusakan bangunan terjadi di sejumlah titik di Labuan Bajo. Selain Hotel Jayakarta yang terdampak paling signifikan, fasilitas umum seperti gereja, rumah sakit, dan sekolah di dalam kota juga dilaporkan mengalami kerusakan ringan akibat guncangan.
Hingga berita ini diturunkan, Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat belum mengeluarkan keterangan resmi terkait pendataan jumlah bangunan rusak maupun estimasi kerugian material. Tidak ada laporan awal mengenai korban jiwa dari peristiwa ini, namun otoritas setempat masih melakukan pendataan menyeluruh.
Menyusul peringatan dini tsunami, BMKG merekomendasikan evakuasi bagi masyarakat yang tinggal di pesisir pantai menuju tempat yang lebih tinggi. Lembaga tersebut juga meminta warga untuk tetap tenang dan hanya mengikuti arahan resmi dari BMKG, BPBD, dan BNPB.
"Masyarakat kami minta tidak menyebarkan informasi yang kebenarannya belum dapat dipertanggungjawabkan," tegas Maria menambahkan. Kondisi ini menjadi ujian bagi kesiapsiagaan Labuan Bajo sebagai destinasi super prioritas, khususnya dalam menghadapi bencana hidrometeorologi dan geologi.