BENGKULU — Wilayah kepulauan di barat daya Provinsi Bengkulu kembali merasakan getaran tektonik. Pusat gempa terletak di laut, tepatnya 84 kilometer tenggara Enggano, dengan episenter berada di koordinat 5,92 derajat lintang selatan dan 102,77 derajat bujur timur.
Dengan kedalaman hiposenter mencapai 40 kilometer, gempa ini diklasifikasikan sebagai gempa dangkal akibat aktivitas subduksi lempeng. Meski getarannya cukup signifikan, BMKG menegaskan mekanisme sumber gempa tidak memicu gelombang tsunami.
Pusat Gempa Berada di Laut, Getaran Terasa Hingga Daratan
Berdasarkan analisis cepat BMKG, lokasi episenter berada di dasar laut. Kedalaman 40 kilometer menunjukkan patahan aktif di zona megathrust masih menjadi sumber utama aktivitas seismik di wilayah tersebut.
Data yang dirilis BMKG bersifat sementara dan mengutamakan kecepatan. Pihak berwenang menyatakan hasil pengolahan data dapat berubah seiring dengan kelengkapan informasi yang masuk dari stasiun pemantau.
Belum Ada Laporan Kerusakan dan Korban Jiwa
Hingga berita ini diturunkan, tim pemantau di lapangan belum menerima laporan dampak kerusakan infrastruktur. Masyarakat di pesisir diminta tetap tenang namun waspada terhadap potensi gempa susulan yang umumnya berkekuatan lebih kecil.
Kejadian ini menjadi pengingat bahwa Indonesia berada di kawasan rawan gempa. Pertemuan tiga lempeng tektonik besar, yakni Indo-Australia, Eurasia, dan Pasifik, menjadikan wilayah barat Sumatra termasuk Bengkulu sebagai salah satu zona dengan aktivitas seismik tertinggi di dunia.
Imbauan BMKG untuk Warga Pesisir Enggano
BMKG mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya pada informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Warga diminta memastikan informasi resmi hanya bersumber dari kanal resmi BMKG atau instansi terkait.
Getaran yang dirasakan warga sekitar Enggano dilaporkan berlangsung singkat. Pihak pemerintah daerah setempat terus berkoordinasi dengan BPBD untuk memantau kondisi terkini pascagempa.