Pencarian

Rupiah Melemah ke Level Terparah Sepanjang Sejarah Akibat Ketegangan AS-Iran dan Naiknya Dolar Global

Selasa, 12 Mei 2026 • 10:05:05 WIB
Rupiah Melemah ke Level Terparah Sepanjang Sejarah Akibat Ketegangan AS-Iran dan Naiknya Dolar Global
Rupiah melemah ke posisi terendah sepanjang sejarah di Rp17.500 per dolar AS.

BENGKULU — Mata uang rupiah memasuki zona terlemah dalam sejarahnya pada perdagangan pagi ini, turun 0,43% ke level Rp17.480 per dolar AS saat pembukaan pasar, dilanjutkan pelemahan lebih dalam hingga Rp17.500 per dolar pada pukul 09.15 WIB, berdasarkan data Refinitiv. Sementara itu, indeks dolar global (DXY) menguat 0,21% ke posisi 98,115, mencerminkan pelarian investor ke aset denominasi dolar di tengah ketidakpastian geopolitik.

Ketegangan AS-Iran Picu Rally Dolar dan Tekanan Rupiah

Pemicu utama pelemahan rupiah adalah pernyataan Presiden Donald Trump bahwa negosiasi gencatan senjata dengan Iran kini berada di "ujung tanduk" setelah Teheran menolak proposal Washington. Respons keras Trump—mengatakan tuntutan Iran "sama sekali tidak dapat diterima"—sinyal bahwa eskalasi konflik tetap mungkin terjadi, membuat pasar risk-off dan investor masuk ke dolar sebagai safe haven.

Iran menuntut sejumlah kondisi yang sulit diterima Washington, termasuk penghentian konflik di semua front (termasuk Lebanon), kompensasi atas kerusakan perang, pencabutan blokade laut AS, jaminan tidak ada serangan lanjutan, serta pemulihan ekspor minyaknya yang penuh. Teheran juga menegaskan kontrol penuh atas Selat Hormuz—jalur strategis yang membawa sekitar 20% pasokan minyak dan gas global setiap tahunnya. Ketua Parlemen Iran Mohammad Baqer Qalibaf memperingatkan bahwa militer negara itu siap merespons setiap agresi.

Minyak Melambung, Impor Indonesia Makin Berat

Ketegangan ini mendorong harga minyak Brent Crude naik lebih dari 3%, menembus level $104 per barel. Arus kapal melalui Selat Hormuz menyusut drastis, memaksa produsen mengurangi ekspor dan menambah kekhawatiran pasokan global. Bagi Indonesia sebagai importir neto minyak, setiap kenaikan harga energi meningkatkan beban defisit neraca perdagangan dan tekanan pada rupiah jangka menengah.

Guncangan ini terjadi bersamaan dengan peluncuran sanksi baru AS terhadap pihak-pihak yang membantu Iran mengekspor minyak ke China, langkah yang semakin menutup saluran transaksi Iran dan memperdalam isolasi ekonomi. Survei internal Washington menunjukkan dua dari tiga warga Amerika menilai Trump belum menjelaskan tujuan perang dengan cukup jelas, mencerminkan kebingungan domestik di tengah krisis.

Pertemuan Trump-Xi Akan Bahas Isu Iran

Presiden Trump dijadwalkan bertemu Presiden Xi Jinping di Beijing pada hari Rabu untuk membahas berbagai isu bilateral, dengan Iran diperkirakan menjadi salah satu agenda utama. Hasil pertemuan ini berpotensi mengubah dinamika konflik dan sentimen pasar terhadap emerging markets, termasuk Indonesia.

Fakta Singkat:

  • Rupiah mencapai level terlemah sepanjang sejarah di Rp17.500/USD
  • Pelemahan pembukaan mencapai 0,43% ke Rp17.480/USD
  • Indeks dolar global (DXY) menguat 0,21% ke 98,115
  • Minyak Brent Crude naik 3%+ ke atas $104 per barel
  • Selat Hormuz mengangkut ~20% pasokan minyak dan gas dunia

Bagi investor dan pelaku bisnis Indonesia, pelemahan rupiah berlanjut akan menambah beban impor bahan baku dan energi, sekaligus meningkatkan daya tarik ekspor manufaktur. Namun, ketidakpastian geopolitik ini tetap menjadi risiko downside untuk aktivitas bisnis di pasar emerging dalam jangka pendek.

Bagikan
Sumber: cnbcindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks