BENGKULU — Mahasiswa geologi tak hanya belajar dari buku teks. Lewat Study Club 2 bertema Introduction of Hydrothermal Alteration yang digelar Divisi Learning SEG UNPAD SC, mereka bisa memegang langsung batuan ubahan alias altered rock dan contoh mineralisasi dari area deposit Gosowong Vein. Batuan semacam ini menjadi penciri utama adanya kandungan emas ekonomis di bawah tanah.
Spesimen Tambang Jadi Alat Ajar
Manajer Eksplorasi NHM, Rendy Nurdianto, mengatakan sampel yang dihibahkan itu bukan sekadar koleksi. “Mahasiswa bisa melihat langsung output dari aktivitas hidrotermal yang berhubungan dengan keterdapatan mineralisasi emas ekonomis,” ujarnya dalam keterangan pers yang diterima Jumat, 15 Mei.
Menurut Rendy, batuan tersebut bisa dipakai sebagai bahan ajar untuk memahami zona ubahan dan model eksplorasi potensi emas. Tambang Emas Gosowong sendiri selama ini menjadi salah satu rujukan penting studi mineralisasi di Indonesia.
Praktisi Senior Bagi Pengalaman Lapangan
NHM mengirimkan tiga tenaga ahli. Manajer Tambang Bawah Tanah Kencana, Bahrudin Abiad, memaparkan praktik operasional tambang bawah tanah di Gosowong. Sesi berikutnya diisi Rendy Nurdianto yang menjelaskan karakter alterasi hidrotermal pada endapan epitermal. Superintendent Geologi NHM, Dharma Irwanda, kemudian membahas pentingnya akurasi pengeboran dari eksplorasi hingga proses penambangan.
Kepala Unit Penjaminan Mutu FTG UNPAD, Dr. Aton Patonah, yang menjadi moderator, mengapresiasi langkah ini. “Tidak mudah menghadirkan praktisi industri di tengah kesibukan operasional. Ini membuktikan koneksi alumni sangat penting sebagai jembatan kolaborasi kampus dengan dunia kerja,” kata Aton.
Dampak untuk Mahasiswa dan Industri
Kegiatan ini memberi mahasiswa gambaran lebih dekat soal kerja geolog di lapangan: membaca batuan, memahami zona ubahan, hingga menilai potensi mineralisasi. Bagi NHM, program ini adalah bagian dari upaya menyiapkan calon geolog yang lebih siap menghadapi kebutuhan industri pertambangan nasional.
Dengan sampel batuan asli di tangan dan cerita langsung dari praktisi, mahasiswa tak lagi hanya membayangkan proses di balik temuan emas—mereka bisa menyentuh buktinya.