SELUMA — Aksi konvoi sambil membawa senjata tajam yang dilakukan sekelompok remaja di Kabupaten Seluma berakhir dengan pembinaan di Mapolsek Seluma Timur. Sebanyak 17 orang diamankan setelah aksi mereka viral di media sosial dan mendapat laporan dari masyarakat.
Kapolsek Seluma Timur, Erwin Sinaga, mengatakan seluruh remaja menjalani pembinaan selama satu hari di kantor polisi. Mereka juga diminta menandatangani surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya.
Isi Surat Pernyataan: Ancaman Tindak Tegas Jika Kembali Berulah
Dalam surat pernyataan itu, ditegaskan bahwa jika para remaja kembali terlibat aksi serupa, pihak kepolisian akan mengambil tindakan tegas sesuai hukum yang berlaku. Kapolsek menyebut langkah ini sebagai upaya pembinaan sekaligus efek jera.
"Untuk 17 remaja yang sempat kita amankan, kita berikan pembinaan selama satu hari di Mapolsek Seluma Timur," kata Kapolsek saat dikonfirmasi Radar Seluma.
Barang Bukti: Tiga Celurit dan Gir Motor Disita
Selain mengamankan para remaja, polisi menyita tiga bilah celurit panjang dan satu gir motor. Barang bukti itu diduga akan digunakan untuk aksi tawuran antar kelompok.
Kapolsek juga mengapresiasi peran masyarakat dan media, khususnya Radar Seluma, yang membantu menyampaikan informasi keberadaan kelompok remaja tersebut. Informasi itu dinilai krusial agar aparat bisa bertindak cepat sebelum aksi berujung korban atau kerugian lebih besar.
Respons Masyarakat: Aksi Geng Motor Kian Meresahkan
Aksi konvoi sambil membawa senjata tajam oleh remaja di Seluma bukan kali pertama terjadi. Warga berharap pembinaan ini tidak sekadar formalitas, tetapi diikuti pemantauan rutin oleh pihak kepolisian dan orang tua.
Polres Seluma sendiri belum menyebutkan apakah para remaja ini terafiliasi dengan kelompok geng motor tertentu. Namun, pembinaan dan penyitaan barang bukti menjadi sinyal bahwa aparat tidak akan mentolerir aksi serupa di wilayah hukum mereka.