MUKOMUKO — Dua proyek infrastruktur strategis di Kabupaten Mukomuko mendapat percepatan pengerjaan setelah rapat koordinasi antara Pemprov Bengkulu dan Pemkab Mukomuko. Proyek tersebut mencakup peningkatan jalan dan pembangunan fasilitas umum yang selama ini menjadi prioritas daerah.
Dua Proyek yang Diprioritaskan
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Bengkulu menyebutkan dua proyek utama yang dipercepat. Pertama, peningkatan ruas jalan sepanjang 12 kilometer di Kecamatan Lubuk Pinang. Kedua, pembangunan jembatan penghubung di Kecamatan Air Majunto yang selama ini menjadi akses vital bagi warga.
Kedua proyek ini sebelumnya masuk dalam daftar tunggu karena keterbatasan anggaran. Namun, setelah evaluasi bersama, pemerintah memutuskan untuk memajukan jadwal pengerjaan.
Alasan Percepatan: Efisiensi Anggaran dan Kebutuhan Warga
Plt. Bupati Mukomuko menjelaskan bahwa percepatan ini didorong oleh efisiensi sisa anggaran tahun berjalan. "Kami melihat ada ruang fiskal yang bisa dimanfaatkan untuk menyelesaikan proyek yang sudah direncanakan sejak awal tahun," ujarnya dalam rapat koordinasi, Selasa (12/11/2024).
Selain itu, tingginya keluhan warga terkait akses jalan rusak dan jembatan yang memprihatinkan menjadi alasan utama. Kondisi jalan di Lubuk Pinang kerap membuat aktivitas distribusi hasil pertanian terhambat saat musim hujan.
Target Rampung dan Dampak Langsung ke Warga
Pemprov Bengkulu menargetkan kedua proyek rampung pada Desember 2024. Proyek peningkatan jalan akan menggunakan metode hotmix, sementara jembatan baru dirancang dengan konstruksi beton bertulang agar lebih tahan lama.
Warga di dua kecamatan tersebut diperkirakan akan merasakan dampak langsung, terutama dalam hal mobilitas dan biaya logistik. Selama ini, ongkos angkut hasil bumi seperti kelapa sawit dan karet membengkak karena kondisi jalan yang buruk.
Fakta Singkat Proyek Infrastruktur Mukomuko
- Peningkatan ruas jalan di Kecamatan Lubuk Pinang sepanjang 12 kilometer dengan anggaran Rp 24 miliar.
- Pembangunan jembatan penghubung di Kecamatan Air Majunto dengan nilai kontrak Rp 8,5 miliar.
- Kedua proyek menggunakan dana APBD Provinsi Bengkulu tahun 2024.
Langkah Selanjutnya: Pengawasan Ketat di Lapangan
Pemkab Mukomuko akan membentuk tim pengawas khusus untuk memantau progres pengerjaan setiap pekan. Hal ini untuk mencegah keterlambatan dan memastikan kualitas sesuai spesifikasi teknis.
"Kami tidak ingin proyek ini molor. Tim dari inspektorat akan turun langsung ke lapangan untuk mengecek material dan metode kerja," tegas Kepala Dinas PUPR Mukomuko.
Jika cuaca mendukung, pengerjaan fisik direncanakan dimulai dalam dua pekan ke depan. Pemerintah daerah berharap warga dapat bersabar selama proses konstruksi berlangsung.