Pencarian

Stok Beras Bulog 5,3 Juta Ton, 1,5 Juta Ton Di Antaranya Sudah Tua dan Turun Mutu

Rabu, 10 Juni 2026 • 19:53:01 WIB
Stok Beras Bulog 5,3 Juta Ton, 1,5 Juta Ton Di Antaranya Sudah Tua dan Turun Mutu
Stok beras Bulog mencapai 5,3 juta ton dengan 1,5 juta ton sudah berumur dan turun mutu.

BENGKULU — "Bapak punya stok 5 juta, tapi yang warnanya putih tua itu ada 1,5 juta ton," ujar Titiek dalam rapat. Ia menegaskan data tersebut bukan karangan, melainkan hasil permintaan langsung ke staf Bulog.

Menurut Titiek, mayoritas beras tua itu sudah disimpan antara satu hingga satu setengah tahun. Ia mencontohkan di Jawa Timur, dari total stok 1,4 juta ton, sebanyak 400 ribu ton di antaranya berumur di atas satu tahun. Kondisi serupa juga terjadi di Jawa Barat.

"Ini tolong diperhatiin, Pak, supaya perputarannya cepat, jadi nggak terjadi lagi hal-hal yang tidak diinginkan," tegas Titiek.

Amran Akui Ada Beras Rusak, Klaim Jumlahnya Kecil

Menanggapi temuan itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengaku telah memanggil Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani. Ia meminta data rinci soal beras yang rusak.

"Saya katakan ke Pak Dirut, 'Ini pasti ditanya besok. Rincikan saya berapa yang rusak, you harus terbuka'," sahut Amran.

Hasil pendataan menunjukkan, dari total stok nasional 5,3 juta ton, sebanyak 93.499 ton beras turun mutu namun masih bisa diperbaiki. Sementara itu, 3.619 ton beras dinyatakan rusak karena force majeure.

"Yang rusak Bu, 3.619 ton, itu 0,00 sekian persen. Nah kemudian yang ini perlu perhatian khusus, ini masih bisa diolah, diperbaiki 93.488 (ton). Kalau tidak, mungkin 10 persen, katakanlah 9.000 itu menjadi tepung dan harganya masih bagus," jelas Amran.

Amran Akui Temukan Langsung Beras Turun Mutu Saat Kunjungan

Amran juga mengakui sempat menemukan langsung beras yang sudah turun mutu saat kunjungan kerja ke gudang Bulog, meski dalam jumlah kecil. Ia mengaku langsung memerintahkan Bulog untuk mengganti stok tersebut.

"Tapi kami minta Bulog waspada dari sekarang. Kita sudah setengah mati kerja. Ini alhamdulillah ada yang rusak karena berasnya ada, kalau dulu tidak rusak Bu karena berasnya yang kurang," tambah Amran.

Pernyataan Amran itu sekaligus merespons kekhawatiran DPR agar perputaran stok dipercepat dan kualitas beras tetap terjaga untuk kebutuhan masyarakat.

Bagikan
Sumber: finance.detik.com

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks