Pencarian

Pemkab Bengkulu Utara dan Balai Bahasa Susun Strategi Darurat Selamatkan Bahasa Enggano yang Terancam Punah

Jumat, 12 Juni 2026 • 13:27:01 WIB
Pemkab Bengkulu Utara dan Balai Bahasa Susun Strategi Darurat Selamatkan Bahasa Enggano yang Terancam Punah
Bupati Bengkulu Utara bersama Balai Bahasa menyusun strategi pelestarian Bahasa Enggano.

ARGAMAKMUR — Ancaman kepunahan Bahasa Enggano menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara. Di era modernisasi, bahasa asli masyarakat Pulau Enggano ini mulai ditinggalkan penuturnya akibat derasnya arus teknologi dan pergeseran pola komunikasi.

Bupati Bengkulu Utara, Arie Septia Adinata, menggelar pertemuan dengan jajaran Balai Bahasa Provinsi Bengkulu di ruang kerjanya pada Kamis (11/6/2026). Pertemuan itu difokuskan pada penyusunan strategi revitalisasi dan pelestarian bahasa yang berada di pulau terluar tersebut.

Mengapa Bahasa Enggano Terancam Punah?

Tantangan terbesar, menurut Arie, datang dari modernisasi. Perubahan gaya hidup, pesatnya perkembangan teknologi, dan pergeseran cara masyarakat berkomunikasi membuat Bahasa Enggano semakin jarang digunakan dalam keseharian.

“Tantangannya adalah di era modernisasi, perkembangan teknologi dan perubahan pola komunikasi masyarakat. Kondisi ini tentu menjadi perhatian bersama dan harus segera diantisipasi melalui langkah-langkah nyata agar bahasa tersebut tetap ada,” ujar Arie.

Langkah Darurat: Kamus Saku hingga Pelatihan Guru Muda

Pemerintah daerah tidak tinggal diam. Sejumlah langkah darurat telah dirancang untuk menyelamatkan Bahasa Enggano dari kepunahan.

  • Penyusunan kamus saku Bahasa Enggano sebagai pedoman praktis bagi generasi muda untuk belajar dan menggunakan kosakata asli.
  • Pelatihan bagi guru muda agar mampu mengajarkan bahasa daerah ini di lingkungan pendidikan formal maupun non-formal.
  • Penggunaan Bahasa Enggano dalam kegiatan seni dan budaya lokal sebagai upaya menghidupkan kembali bahasa ini di ruang publik.

Bukan Sekadar Tugas Administratif

Bupati Arie menegaskan bahwa upaya pelestarian ini bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan keharusan budaya. Bahasa daerah, menurutnya, menyimpan nilai sejarah yang tidak bisa digantikan oleh apa pun.

“Bahasa Enggano merupakan kekayaan budaya yang tidak ternilai harganya. Jika bahasa ini hilang, maka kita juga akan kehilangan sebagian identitas dan sejarah masyarakat Enggano yang diwariskan secara turun-temurun,” tegasnya.

Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara berencana melanjutkan koordinasi dengan Balai Bahasa untuk memastikan program revitalisasi berjalan tepat sasaran. Pelibatan komunitas adat dan tokoh masyarakat Enggano juga akan menjadi prioritas agar pelestarian bahasa tidak berhenti di tingkat birokrasi.

Bagikan
Sumber: radarutara.disway.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks