Pencarian

93 Ribu Ton Beras Bulog Turun Mutu, Pemerintah Siap Olah Ulang untuk Bantuan Pangan

Kamis, 11 Juni 2026 • 16:05:02 WIB
93 Ribu Ton Beras Bulog Turun Mutu, Pemerintah Siap Olah Ulang untuk Bantuan Pangan
Amran mengungkapkan 93 ribu ton beras Bulog mengalami penurunan mutu dan siap diolah ulang.

BENGKULU — Amran membeberkan data tersebut dalam rapat kerja bersama Komisi IV DPR RI di kompleks parlemen, Jakarta, Rabu (10/6/2026). Pengungkapan ini merupakan respons atas pertanyaan Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto, yang menyoroti temuan beras rusak di gudang Bulog.

Amran mengaku telah memanggil Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, untuk membuka data secara transparan. "Saya minta rincikan data berapa banyak beras yang rusak, you harus terbuka," kata Amran menirukan perintahnya kepada Dirut Bulog.

Beras Rusak Akibat Bencana, Sisanya Masih Bisa Dipulihkan

Dari laporan yang diterima, Amran merinci bahwa beras yang benar-benar rusak total hanya 3.619 ton. Kerusakan ini disebabkan oleh bencana alam seperti banjir dan longsor, termasuk yang terjadi di Aceh. Sisanya, sebanyak 93.488 ton, masuk kategori penurunan mutu yang masih bisa diperbaiki melalui proses pengolahan ulang atau reprocessing.

"Beras yang rusak, 3.619 ton. Itu 0,00 sekian persen. Nah, yang ini perlu perhatian khusus. Ini masih bisa diolah, beras yang bisa diperbaiki 93.488 ton," jelas Amran.

Bulog mengelompokkan beras bermasalah ke dalam tiga kategori. Kategori A (93.488 ton) adalah beras yang kualitasnya menurun namun masih bisa diperbaiki. Kategori B, yaitu beras yang harus dimusnahkan, tercatat nihil. Kategori C (3.619 ton) adalah beras rusak akibat force majeure.

Dicampur dengan Beras Baru, Beras Rusak Jadi Tepung

Pemerintah telah menyiapkan skema penanganan. Beras kategori A akan diproses ulang dan dicampur dengan beras hasil panen tahun 2026 dengan perbandingan 1:4. Campuran ini akan digunakan untuk program bantuan pangan.

Sementara itu, beras kategori C yang sudah tidak layak konsumsi tetap memiliki nilai ekonomi. Amran menyebut beras itu bisa diolah menjadi tepung beras. "Katakanlah 9.000 ton itu menjadi tepung. Harganya masih bagus," ujarnya.

Amran juga mengakui masih ada keluhan kualitas beras di lapangan, namun jumlahnya kecil dan langsung ditindaklanjuti. "Langsung kami telepon Bulog, minta ganti hari itu juga," ungkapnya.

Bangun 100 Gudang Modern Senilai Rp5 Triliun

Untuk mencegah kejadian serupa terulang, pemerintah tengah membangun 100 gudang Bulog baru di berbagai titik. Nilai investasinya mencapai Rp5 triliun. Gudang modern ini dirancang mampu menjaga kualitas beras hingga dua atau tiga tahun, lebih lama dibandingkan gudang eksisting.

"Ini gudangnya bisa bertahan 2 tahun, minimal. Bisa 3 tahun berasnya. Kalau China, bisa cukup lebih lama lagi. Jadi penyimpanannya jauh lebih bagus daripada sekarang. Ini cukup modern," pungkas Amran.

Menurut Amran, temuan beras turun mutu ini justru menandakan stok pangan nasional sedang melimpah. "Alhamdulillah ada yang rusak karena berasnya ada. Kalau dulu tidak rusak, karena berasnya yang kurang. Ini beras kita semua," tegasnya.

Bagikan
Sumber: inikalteng.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks