PURWOREJO — Puluhan anggota Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129 bersama masyarakat bahu-membahu mengerjakan pengecoran jalan penghubung antar dua kabupaten. Sejak pagi, mereka terlihat mengangkut material, mengaduk campuran beton, hingga meratakan hasil cor di lokasi proyek.
Proyek ini menyambungkan Desa Watuduwur di Kecamatan Bruno, Kabupaten Purworejo, dengan wilayah Kecamatan Kalibawang, Kabupaten Wonosobo. Akses jalan yang sebelumnya rusak dan sulit dilalui kini mulai berubah menjadi rabat beton yang kokoh.
Manfaat Jalan Baru bagi Warga Dua Kabupaten
Pembangunan infrastruktur ini diharapkan memberikan dampak langsung bagi mobilitas warga antarwilayah. Jalan yang mulus akan memperlancar distribusi hasil pertanian dan mempercepat akses layanan dasar seperti kesehatan dan pendidikan.
“Dengan adanya kerja sama antara Satgas TMMD dan warga, pekerjaan yang berat menjadi terasa ringan dan cepat selesai. Kami sangat berterima kasih kepada TNI yang telah membantu pembangunan jalan ini,” ujar Arif Setiawan, warga Kecamatan Kalibawang yang ikut terjun langsung dalam pengerjaan proyek.
Kemanunggalan TNI-Rakyat Jadi Kunci
Kekompakan yang terjalin di lapangan menunjukkan kuatnya sinergi antara TNI dan masyarakat dalam mendukung pembangunan di pedesaan. Program TMMD Reguler ke-129 tidak hanya menyasar infrastruktur fisik, tetapi juga mempererat hubungan sosial antara aparat dan warga.
Selain akses transportasi, keberadaan jalan yang lebih baik diproyeksikan mendorong pertumbuhan ekonomi di kedua daerah. Warga dari Watuduwur dan Kalibawang kini bisa saling mengakses pasar dan pusat kegiatan ekonomi dengan lebih mudah.
Semangat Gotong Royong yang Terus Dijaga
Program TMMD menjadi contoh nyata bagaimana pembangunan bisa berjalan efektif jika ada partisipasi aktif dari masyarakat. Dengan gotong royong, pekerjaan yang membutuhkan waktu lama bisa dipercepat tanpa mengorbankan kualitas hasil cor.
Pengerjaan jalan penghubung ini menjadi salah satu sasaran fisik utama TMMD Reguler ke-129 Kodim 0708 Purworejo. Ke depannya, program serupa diharapkan terus berlanjut untuk menjangkau wilayah-wilayah terpencil yang masih membutuhkan akses infrastruktur dasar.