BENGKULU — Pernyataan itu disampaikan Prabowo di tengah agenda Panen Raya TNI dalam Mendukung Program Ketahanan Pangan. Tanpa menyebutkan nama pabrikan atau model spesifik, Presiden menegaskan bahwa motor listrik nasional tersebut sudah dalam tahap akhir persiapan.
"Sebentar lagi kita sudah punya motor nasional. Saya akan launching beberapa minggu ini motor listrik nasional," ujar Prabowo dalam pidatonya, seperti dilansir Antara.
Pabrikan Lokal atau Joint Venture? Belum Ada Detail Teknis
Hingga saat ini, belum ada konfirmasi resmi mengenai pabrikan mana yang akan memproduksi motor listrik nasional tersebut. Spekulasi di kalangan pelaku industri mengarah pada kemungkinan keterlibatan perusahaan dalam negeri yang sudah memiliki basis produksi kendaraan listrik, atau skema joint venture dengan mitra asing.
Pemerintah sendiri terus mendorong hilirisasi industri baterai dan kendaraan listrik sebagai salah satu program strategis nasional. Kepemilikan motor listrik buatan dalam negeri diharapkan bisa menekan harga jual dan membuatnya lebih terjangkau bagi masyarakat Indonesia.
Target Pangsa Pasar dan Infrastruktur Pengisian Daya
Langkah ini juga sejalan dengan target pemerintah yang ingin meningkatkan penetrasi kendaraan listrik di Indonesia. Saat ini, motor listrik masih didominasi oleh merek-merek seperti Gesits, Volta, dan Viar yang sebagian besar komponennya masih diimpor.
Dengan adanya motor listrik nasional, pemerintah berharap bisa menekan ketergantungan pada komponen impor serta memperluas jaringan stasiun pengisian daya. Namun, belum ada pernyataan resmi mengenai skema subsidi atau insentif khusus yang akan diberikan untuk model ini.
Reaksi Industri: Menunggu Realisasi di Lapangan
Kalangan pelaku industri otomotif menyambut positif pernyataan Presiden. Ketua Umum Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) beberapa waktu lalu menyebutkan bahwa kehadiran motor listrik nasional bisa menjadi katalis bagi pertumbuhan ekosistem kendaraan listrik di Tanah Air.
Meski demikian, publik masih menunggu detail spesifikasi teknis, kapasitas baterai, dan yang terpenting: harga jual. Tanpa informasi tersebut, sulit menilai apakah motor listrik nasional ini bisa bersaing dengan produk impor yang sudah lebih dulu menguasai pasar.
Pengumuman Prabowo ini setidaknya menegaskan komitmen pemerintah pada agenda elektrifikasi kendaraan, meski waktu peluncuran yang disebut "beberapa minggu lagi" masih harus dibuktikan dengan aksi nyata di lapangan.